Sebulan Lamanya
Ilustrasi | Pexels.com/Pixabay Dalam perhitungan yang kian beranjak, ingatan ini masih tertuju padamu. Namun, satu hal yang menyangkut kabar pun belum berhasil kutemui dan semua itu ibarat mencari jarum dikumpulan jerami. Aku pun tenggelam di jurang kesedihan yang amat sulit untuk dideskripsikan ini. Di halaman rumah, aku termenung dan hanya bulanlah yang berhasil terlihat oleh mata telanjang ini. Hmm. Aku tak bisa melihatmu, apalagi mendengar suaramu yang menenteramkan kalbu ini. Apakah harus kulukiskan namamu di langit sana agar kau paham bahwa aku rindu? Sebulan lamanya aku tak tahu kabarmu, apakah kau baik-baik saja? Ataukah sedang tak baik-baik saja? Oh, Tuhan apakah seperti ini hati yang terus-menerus mengkhawatirkan seorang wanita yang amat dicintainya? Sebulan lamanya aku menahan apa yang selalu teringat! Sebulan lamanya aku mencari tahu kabarmu, tapi rasanya belum puas kalau tak mendengar langsung darimu. Hmmm. Di sini, di balik bayang-bayang kerinduan yang mendalam...


