S eperti hari-hari biasa, Malika masih asyik dengan urusannya di rumah. Bahkan, ia sangat bersabar dalam menjalani hidup yang penuh dinamika. Kemudian, wanita yang berusia 21 tahun itu sangat berbeda karena sering membantu orang tua. Entahlah, walaupun Malika adalah gadis kayu, tapi hati wanita itu pun selalu bergelimang dengan rasa keindahan. Dalam benak Abdul, sahabatnya yang senantiasa menjadi teman curhat Malika di kala sunyi itu menilai bahwa wanita ini istimewa. Kemudian, Abdul pun mencoba untuk menggambarkan bahwa Malika ini seperti bidadari yang turun untuk mengurus keluarganya. Abdul sangat kagum. Abdul pun sangat mendukung dengan kelakuan Malika terhadap keluarganya. Saban hari, Malika harus mengurus neneknya yang sudah tua. Bahkan, wanita yang memiliki tubuh kayu itu harus melepaskan semua kegiatan yang diinginkannya demi bisa mengurus neneknya. Entahlah, apa yang sebenarnya ia pikirkan kenapa bisa seperti itu? Bukannya wanita yang masih muda itu selalu punya kei...