Ilustrasi | Pexels.com/Quintin Gellar M ataku sudah terasa tak kuat lagi dalam menjalankan aktivitas yang padat ini, sedangkan pekerjaan yang menumpuk di meja pun masih belum tersentuh. Aku terasa lemah di kala senja mulai nampak ke permukaan. Bahkan, aku sangat sulit mendeskripsikan hal-hal yang tergambar dari hati ini. "Senja terlihat berbeda di hari ini," kataku di ruang kerja yang berukuran tiga kali empat meter ini. Sontak saja, kata-kataku itu seperti terdengar oleh Alika yang sedang duduk di kursi depanku. Bahkan, wanita yang berkerudung putih itu tersenyum lalu bertanya, "Emang, kenapa kalau berbeda?" "Tak apa-apa, lah," jawabku lalu tersenyum juga. Namun setelah itu, mataku semakin terasa tak kuat saja dan ingin segera untuk istirahat. Alika pun melihatku dengan tatapan yang seperti penasaran, sedangkan aku mulai terkantuk-kantuk hingga wanita itu malah mentertawakanku dengan jelas. Sungguh, rasa kantuk ini seperti mulai menjalar dan sulit untuk...