Postingan Terbaru

Inilah Beberapa Manfaat Buah Kesemek untuk Kesehatan Tubuh, Nomor 4 Bagus untuk Wanita!

Gambar
Ilustrasi | Buah Kesemek/tanamanmart.com Kesemek atau biasa juga kita kenal dengan sebutan "apel jawa" atau "apel gunung" karena bentuk buahnya yang menyerupai apel dan tanamannya tumbuh banyak di daerah Pulau Jawa dan dataran tinggi. Kesemek ini walaupun rupa dan bentuknya seperti apel, tapi tekstur buah ini tidak keras dan rasanya berbeda dengan apel yang pada umumnya. Kemudian, kesemek pun memiliki nama ilmiah diospyros kaki yang berarti buah ini dihasilkan oleh sejenis tanaman marga diospyros. Jikalau menilik lebih dalam lagi bahwa buah ini terkenal dengan sebutan buah kaki, atau dalam kamus Inggris disebut juga oriental persimmon atau japanese persimmon. Lebih lanjut lagi kesemek atau yang biasa kita lihat bentuknya seperti tomat, lalu termasuk buah yang berasal dari Jepang dan Cina. Buah ini juga memiliki rasa manis yang ringan dan kaya akan sumber energi, khususnya dalam bentuk karbohidrat dengan jumlah serat yang baik, serta mengandung antioksidan bagi...

Hujan-Hujan yang Membasahi Halaman Rumah

Hujan-Hujan yang Membasahi Halaman Rumah
Ilustrasi | Pexels.com/Aleksandar Pasaric


Hujan-hujan itu berhasil membasahi halaman rumah hingga akhirnya menghilangkan jejak-jejak kerinduan yang dimunculkan olehmu. Namun hari demi hari, setiap langkah; setiap detik, jejak-jejak itu selalu tergambar dan terlihat tampak berada di halaman rumah. Akan tetapi hujan di malam ini, berhasil menghapus semua jejak kerinduan itu hingga benar-benar tak tersisa lagi. 

Duh, aku merasakan bahwa kerinduan itu hanyalah ilusi semata. Bahkan, rasanya sangat sulit untuk bisa dicurahkan ke dalam hatimu. Aku berpikir, apakah kau tak merasa bahwa aku pun selalu melangitkan namamu dan berharap semua itu bisa terbang lalu mendarat mulus ke dalam hatimu?

Entahlah, dunia ini seperti tak adil bagi orang-orang yang sedang merindu; meratapi; berharap; melangitkan doa; hal-hal itu menjadi sebuah yang ingin dicurahkan kepadamu.

Hmm, kau itu sekarang sedang apa? Tanyaku di kala hujan-hujan semakin membasahi halaman. Bahkan, suara hujan itu begitu nyaring terdengar olehku.



Malam ini, aku berencana mengumpulkan kembali jejak-jejak rindu yang mungkin saja sudah terbawa air hujan lalu mengalir ke selokan. Namun, hal semacam itu pun tak membuat semangatku padam dan menyerah begitu saja.

Kerinduan itu kalau tak ditemukan bisa seperti kalimat yang buntung, tak ada objek maupun subjeknya. Hal itu juga membuat sebuah kalimat menjadi tak indah sehingga kerinduan tak bertepi pun akan hampir sama seperti itu.

Di kala hujan, hal-hal yang menyangkut dirimu selalu teringat walaupun jejak-jejak kerinduan di halaman itu sering terhapus. Hujan itu bagaikan sebuah candu yang sering menghapus setiap jejak, sampai hal-hal terkecil pun bisa hilang tak tersisa!



Bagaimana kerinduan bisa terkumpul kembali? Tanyaku pelan yang mungkin hanya terdengar olehku saja. Di sela-sela hujan, 'ku berharap bahwa kerinduan itu bisa muncul kembali dan mampu untuk dikumpulkan dalam bentuk sebuah karya indah, sehingga dapat dinikmati oleh mata yang telanjang ini. 

Hujan-hujan itu mulai menetes ke dalam hati lalu keluar dari mata dan menciptakan danau di wajah. Kerinduan itu tampak semakin nyata terasa! Bahkan, jejak-jejak yang tadi terhapus pun mulai kelihatan kembali dan kerinduan-kerinduan yang baru ini muncul lagi untukmu—duhai kasih![]


2023

Komentar

Tulisan Favorit Pembaca

Mengenal Tari Topeng Cirebon, Sejarah, Jenis, dan Filosofi yang Terkandung dari Keindahannya, Silakan Disimak!

5 Cakupan Tindak KDRT dan Akibat yang Bisa Terjadi, Pasutri Wajib Tahu!

Mari Berkenalan dengan Gurita Teleskop, Penghuni Laut Dalam!

Kue Kontol Sapi, Makanan Unik Khas Cilegon

Batu Hitam yang Terluka