Postingan Terbaru

Proses Sosial dan Kecintaan yang Tak Pernah Bertahta!

Gambar
Ilustrasi | Pexels.com/Rakicevic Nenad Paling simpel dari pemahaman proses sosial ini ialah cara kita ketika berinteraksi dengan orang lain, baik itu keluarga, teman, ataupun kolega. Nah, hal semacam itu pun bisa termasuk ke dalam kehidupan sehari-hari yang seringkali kita terjebak dalam rutinitas yang monoton. Namun dalam hal itu, ada yang namanya proses kecintaan yang bisa berkesinambungan dengan proses sosial untuk membangun hubungan yang sehat dan bahagia. Proses sosial pun bisa menjadi salah satu proses yang terus berlangsung dan berkembang seiringnya waktu. Oleh karena itu, proses sosial ini jangan sampai dilupakan karena di sini bukan hanya untuk berinteraksi maupun berbicara saja, tapi juga tentang mendengarkan, memahami, dan menghargai orang lain. Kemudian, ada satu kata yang menarik di sini ialah kecintaan yang di mana dalam sisi lain ialah perasaan yang sangat kuat dan mendalam yang kita rasakan terhadap seseorang ataupun sesuatu. Hal semacam itu pun bisa termasuk ke ...

Hujan-Hujan yang Membasahi Halaman Rumah

Hujan-Hujan yang Membasahi Halaman Rumah
Ilustrasi | Pexels.com/Aleksandar Pasaric


Hujan-hujan itu berhasil membasahi halaman rumah hingga akhirnya menghilangkan jejak-jejak kerinduan yang dimunculkan olehmu. Namun hari demi hari, setiap langkah; setiap detik, jejak-jejak itu selalu tergambar dan terlihat tampak berada di halaman rumah. Akan tetapi hujan di malam ini, berhasil menghapus semua jejak kerinduan itu hingga benar-benar tak tersisa lagi. 

Duh, aku merasakan bahwa kerinduan itu hanyalah ilusi semata. Bahkan, rasanya sangat sulit untuk bisa dicurahkan ke dalam hatimu. Aku berpikir, apakah kau tak merasa bahwa aku pun selalu melangitkan namamu dan berharap semua itu bisa terbang lalu mendarat mulus ke dalam hatimu?

Entahlah, dunia ini seperti tak adil bagi orang-orang yang sedang merindu; meratapi; berharap; melangitkan doa; hal-hal itu menjadi sebuah yang ingin dicurahkan kepadamu.

Hmm, kau itu sekarang sedang apa? Tanyaku di kala hujan-hujan semakin membasahi halaman. Bahkan, suara hujan itu begitu nyaring terdengar olehku.



Malam ini, aku berencana mengumpulkan kembali jejak-jejak rindu yang mungkin saja sudah terbawa air hujan lalu mengalir ke selokan. Namun, hal semacam itu pun tak membuat semangatku padam dan menyerah begitu saja.

Kerinduan itu kalau tak ditemukan bisa seperti kalimat yang buntung, tak ada objek maupun subjeknya. Hal itu juga membuat sebuah kalimat menjadi tak indah sehingga kerinduan tak bertepi pun akan hampir sama seperti itu.

Di kala hujan, hal-hal yang menyangkut dirimu selalu teringat walaupun jejak-jejak kerinduan di halaman itu sering terhapus. Hujan itu bagaikan sebuah candu yang sering menghapus setiap jejak, sampai hal-hal terkecil pun bisa hilang tak tersisa!



Bagaimana kerinduan bisa terkumpul kembali? Tanyaku pelan yang mungkin hanya terdengar olehku saja. Di sela-sela hujan, 'ku berharap bahwa kerinduan itu bisa muncul kembali dan mampu untuk dikumpulkan dalam bentuk sebuah karya indah, sehingga dapat dinikmati oleh mata yang telanjang ini. 

Hujan-hujan itu mulai menetes ke dalam hati lalu keluar dari mata dan menciptakan danau di wajah. Kerinduan itu tampak semakin nyata terasa! Bahkan, jejak-jejak yang tadi terhapus pun mulai kelihatan kembali dan kerinduan-kerinduan yang baru ini muncul lagi untukmu—duhai kasih![]


2023

Komentar

Tulisan Favorit Pembaca

Mengenal Tari Topeng Cirebon, Sejarah, Jenis, dan Filosofi yang Terkandung dari Keindahannya, Silakan Disimak!

5 Cakupan Tindak KDRT dan Akibat yang Bisa Terjadi, Pasutri Wajib Tahu!

Mari Berkenalan dengan Gurita Teleskop, Penghuni Laut Dalam!

Kue Kontol Sapi, Makanan Unik Khas Cilegon

Batu Hitam yang Terluka