A ku sakit diperlakukan seperti ini, kamu selalu benar, apakah aku salah mencintaimu? Pertanyaan itu selalu aku lontarkan kepadamu, tapi kenapa kamu hanya diam saja. Aku dan kamu hanya berdua saja di ruangan ini jadi tolonglah jangan diam saja, ayo berbicara walaupun hanya satu kata. Emosiku merajalela, tangan kanan memukul meja, benda-benda yang ada di atasnya pun pada bergoyang dan sebagian jatuh ke lantai. Namun, kau masih menyukai dengan sikapmu yang berdiam seribu bahasa. "Sayang, salah aku apa?" tanyaku sambil memegang wajahmu. Kamu hanya diam saja, enggak bisa berbicara. Amarah kamu membuat aku gila. Sungguh, aku tidak tahu lagi harus meminta maaf seperti apa. Kopi yang sudah dingin aku minum untuk menahan rasa grogi untuk meminta maaf kepadamu, sayangku. Setangkai mawar merah yang ada di meja kerja. Akhirnya, aku ambil dan langsung mendekatimu. "Sayang, aku mohon, tolong maafkan aku, dong!" Aku memohon-mohon sambil tanganku memberikan setangkai mawar merah...