Ilustrasi | Pexels.com/ Nam Phong Bùi di Sukajadi, ku menikmati lagi kenangan di kala kaki kecil ini bak pensil melukiskan kisah amat yang jelas di depan restoran, di depan toko kue, di depan toko es krim, di samping jalan yang dipenuhi mobil-mobil, dan di depan penjual nangka yang harumnya seperti warna-warni keindahan di Dago, ku berjalan sendirian menikmati indahnya kota suasana dinginnya yang lalu berjalan ke Sulanjana ku lihat tim kebanggaan yang amat kusukai dan penuh emosional itu di Pasar Burung, ku dengar kembali kicauan-kicauan yang menenangkan hati di kala kita yang semakin berjarak tanpa kabar dan kau memilih pergi yang mungkin saja selamanya di Cigondewah, ku lihat tumpukan benang-benang dimulai dari dua ribu, tiga ribu, lima ribu tapi semua itu tak bisa menjahit mulutku yang ingin selalu menyatakan, aku cinta kamu! di Cileunyi, aku terpaku seperti patung me...