Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2026

Postingan Terbaru

Inilah Beberapa Manfaat Buah Kesemek untuk Kesehatan Tubuh, Nomor 4 Bagus untuk Wanita!

Gambar
Ilustrasi | Buah Kesemek/tanamanmart.com Kesemek atau biasa juga kita kenal dengan sebutan "apel jawa" atau "apel gunung" karena bentuk buahnya yang menyerupai apel dan tanamannya tumbuh banyak di daerah Pulau Jawa dan dataran tinggi. Kesemek ini walaupun rupa dan bentuknya seperti apel, tapi tekstur buah ini tidak keras dan rasanya berbeda dengan apel yang pada umumnya. Kemudian, kesemek pun memiliki nama ilmiah diospyros kaki yang berarti buah ini dihasilkan oleh sejenis tanaman marga diospyros. Jikalau menilik lebih dalam lagi bahwa buah ini terkenal dengan sebutan buah kaki, atau dalam kamus Inggris disebut juga oriental persimmon atau japanese persimmon. Lebih lanjut lagi kesemek atau yang biasa kita lihat bentuknya seperti tomat, lalu termasuk buah yang berasal dari Jepang dan Cina. Buah ini juga memiliki rasa manis yang ringan dan kaya akan sumber energi, khususnya dalam bentuk karbohidrat dengan jumlah serat yang baik, serta mengandung antioksidan bagi...

Di Jantung Ekonomi

Gambar
Ilustrasi | Pexels.com/Shalahuddin masih di malam ini, aku menatap kembali anakanak yang bercermin pada genangan air yang dihasilkan dari keringat orangorang; hujan air mata orangorang; di jalanan kota yang menurut orangorang itu jantung ekonomi aku meratapi semua penglihatan ini ada getir; ada kecewa; ada kesedihan yang mendalam di kala anakanak itu memegang perut dengan tangan-tangan yang kecilnya di mana keadilan ini muncul? kataku di kala malam semakin merangkak naik di kota inilah, aku menarik gambaran dari sudut yang menyesakkan antara hati dan pikiran yang seakan meloncat untuk saling berlarian mengejar kebahagiaan untuk diberikan ke anakanak itu 270426

Di Taman Kota

Gambar
Ilustrasi | Pexels.com/Vera Arsic "Semuanya akan berakhir di sini," katamu yang berhasil menyayat hati ini, "kita putuskan saja di sini untuk selamanya," lanjutmu dengan tatapan yang serius. Aku menggelengkan kepala karena kalimat itu seperti bom waktu yang keluar darimu. Kemudian, tanganku merasa dingin seperti es yang sulit untuk mencair. "Aku tak bisa meneruskan kasih ini!" tegasmu yang terasa mantap ketika mengeluarkan kalimat semacam itu. Entah karena apa, batin ini malah hancur, tenggorokan ini pun seperti ada yang mengganjal, aku terdiam seperti angka lima di balik sudut yang paling sunyi ini. "Kenapa kamu tak bicara?"—kamu pun mendekatiku—"kenapa? Apakah kamu merasa salah dengan cinta yang pernah kita ukir ini?" Kamu pun terus-menerus memborbardirku dengan pertanyaan semacam itu. "Aku lebih baik diam daripada harus meladeni kamu dengan umpatan-umpatan yang mungkin saja bisa keluar dari mulut ini," kataku sambil m...

Di Malam Ini

Gambar
Ilustrasi | Pexels.com/Padli Pradana Izinkanlah kupeluk namamu di antara bulan yang masih menggantung di langit sampai aku merasa penuh warna. Kemudian, izinkanlah kugenggam suaramu dalam alunan bait-bait yang merdu meresap ke dalam kalbu ini. "Semuanya akan seperti bintang yang jatuh ke tanganmu," ucapmu di kala kita duduk di waktu malam. Aku mengerutkan kening ketika kalimat itu terdengar dan tenggorokan ini pun malah seperti ada yang mengganjal. "Kenapa?" tanyamu terasa kebingungan, "ada masalah, kah?" lanjutmu sambil menatapku. Di sini, aku seperti menanamkan luka di kala kau terus-menerus mengeluarkan kata yang sulit dipahami secara seksama. Aku menggeleng-gelengkan kepala, sedangkan kau malah melemparkan senyum yang menghujam dalam dada. "Kenapa diam aja, sih?"—kau pun memegang tangan  ini—"kalau ada apa-apa, bilang saja!" tegasmu. Kalimat itu seperti hujan di tanah tandus membangkitkan harapan untuk subur kembali. Aku terd...

Siang di Depan Lukisan

Gambar
Ilustrasi | Pexels.com/ Thirdman lukisan  janganlah kau berucap  satu kata lagi yang  penuh menyakitkan  ketika terbaca di  dalam sini  ketika siang mulai merangkak aku menggoreskan tinta kembali di kanvas ini dengan hati yang  sudah tak karuan  aku paham goresan tinta ini penuh gambaran; yang ruwet  antara semua rasa yang ada  yang terkandung di dalam jiwa ini aku paham, lukisan ini  tak akan pernah jadi dan hanya menghasilkan  garis-garis abstrak  yang tergambar dari hati ini 2025

Sore di Samping Jalan

Gambar
Ilustrasi | Pexels.com/ Denniz Futalan tak seindah bunga mawar  yang aku lihat di taman  rumah yang berwarna abu  samping jalan yang penuh  kesunyian ini  aku mengingatmu di kala ini  dan ingin sekali menyapa  walaupun satu kata  sambil menatap mata indah  yang kau miliki itu  namun, aku merasa sulit  dan semakin sulit di kala  yang kuharapkan itu  menjauh bak yang tak ingin  mengenalku kembali  aku terdiam;  aku berpikir;  aku merenung  kata-kata tanya jadi bermunculan  ketika sore di samping jalan ini  yang penuh diwarnai keresahan  di dalam jiwa ketika kau sulit  untuk dihubungi kembali  aku harus bagaimana?  tanyaku pada angin di kala duduk  sambil melihat kendaraan yang berlalu-lalang  2025

Inilah

Gambar
Ilustrasi | Pexels.com/Engin Akyurt ini bukan tentang air mata  tapi tentang 1+1=2  2+2=4 dan kurang dari 3 yang  selalu ada untukmu  dari pikiran yang teringat ini jika 4+4=8, maka itulah  gambaran pikiran yang  terus mengingatmu tanpa  ada ujungnya  jika 2-1 menjadi satu  maka itulah gambaran rasa  yang hanya satu-satunya  untukmu; untuk hatimu namun, sekali lagi inilah tentang  kurang dari tiga yang aku  persembahkan untukmu  2025

‎Hujan di Malam yang Syahdu

Gambar
Ilustrasi | Pexels.com/ ‎Denniz Futalan ‎entah karena apa ‎hujan ini menjadi tanda ‎daun-daun jatuh lalu ‎masuk ke ruang hati ‎yang menjadikan gambar cinta ‎ ‎entah karena apa ‎gambar itu menjadi siluet ‎antara aku dan kamu ‎memadu kasih yang amat ‎paripurna di dunia ini ‎ ‎entah karena apa ‎kasih itu menjadi jalan ‎untuk kita melangkah ‎menciptakan kebahagiaan ‎untuk keluarga yang amat ‎diinginkan nan rindukan ‎ ‎entah karena apa ‎bulan ini malah menjadi syahdu ‎menggambarkan keromantisan ‎antara aku dan kamu ‎saling tersenyum ‎ ‎19226 ‎

Kupu-Kupu

Gambar
Ilustrasi | ‎Pexels.com/Quang Nguyen Vinh ‎kini, ‎toples berlapis emas ‎hanya jadi pajangan ‎yang tak terisi ‎oleh kupu-kupu ‎yang kudambakan ‎ ‎kini, ‎kupu-kupu itu selalu pergi ‎ketika hati ini mulai terbuka ‎untuk diisi oleh taman-taman keindahan ‎ ‎kini, ‎aku hanya bisa duduk ‎menunggu kupu-kupu itu ‎datang lalu hinggap ‎di bunga-bunga yang mekar ‎di taman hati ini ‎ ‎2026

Sepucuk Mawar yang Ada di Tangan

Gambar
Ilustrasi | Pexels.com/Fabiola Ulate Suara bising mengiringi langkahku di kala mendaki kenyamanan yang diimpikan. Kemudian, sepucuk mawar pun masih di tangan dan ingin sekali kupersembahkan untuk dirimu; wanita yang paling cantik. Sepucuk mawar ini masih utuh dengan harum yang khasnya berhasil membangkitkan asa; mendekat padamu. Sampai, aku tak kuat seperti ingin meledak untuk mencurahkan isi hati—aku sayang kamu! Namun, aku seringkali terdiam di kala orang-orang selalu berbicara tentang cinta. Ya, cinta yang bermekaran di halaman hati yang selalu diceritakan dengan begitu indah. Aku mau! Ya, aku pun mau untuk menuliskan kisah itu di halaman hati yang kosong ini dengan begitu indah. Di sini, kuperhatikan betul sepucuk mawar ini akan cocok dipegang olehmu. Cantikmu. Manismu. Semua itu akan menjadi gambaran bahwa kamulah wanita yang paling sempurna di hidup ini! Di perjalanan yang amat lelah, aku selalu mengingatmu bak sinyal-sinyal yang terus ada di dalam pikiran ini. Aku ingin ber...

Kata

Gambar
Ilustrasi | Pexels.com/Gonzalo Carlos Novillo Lapeyra semenjak kepergianmu ‎puisi 'ku menjadi sampah ‎yang terbuang di tong ‎tanpa kau baca sedikit pun. ‎ ‎kini, ‎aku mengulang tanya ‎dan selalu bertanya-tanya ‎tentang diri; hati ‎yang sulit untuk dideskripsikan ini ‎tentangmu—wanita yang kucintai ‎ ‎14226

Bunga Matahari dan Kerinduan

Gambar
Ilustrasi | Pexels.com/ ‎Ssümçiğ ‎ada sedikit ucap ‎yang pernah menyayat hati ‎di kala malam menyapu halaman ‎yang teratur di taman hati ‎ ‎aku merenungkan sebab ‎bunga matahari itu hilang ‎dan benar-benar pergi ‎dari mataku, dari hadapan ‎yang penuh misteri ‎ ‎aku harus bagaimana? ‎apakah harus mengambil bulan ‎untuk menggantikan bunga itu ‎agar mampu mencerahkan hati ‎ ‎bunga matahari ‎di manakah engkau ‎apakah selalu mekar ‎dan indah untuk dipandang ‎ ‎aku rindu ‎dan ingin sekali kupandang ‎lalu kupetik dan lalu ditanam ‎di taman hati ‎untuk jadi pelengkap hidup ini ‎ ‎2026

Bersembunyi

Gambar
Ilustrasi | Pexels.com/ ‎Min An ‎bersembunyi di sini ‎di tempat yang begitu hening ‎tak ada kamu ‎apalagi orang-orang ‎yang saling melempar mulutnya ‎tanpa ada tanggung jawab sekecil pun ‎ ‎masih di sini ‎menikmati rindunya ‎di kala mata saling beradu ‎di kala tangan bisa bergandengan ‎di kala telinga jadi korban ‎oleh orang-orang yang tak punya kasihan ‎ ‎kapan kamu kembali, katanya ‎di kala mencari-cari namaku ‎di surat kabar ‎di media sosial ‎dan di mana-mana ‎ ‎aku masih di sini, kataku dalam hati ‎menikmati heningnya suasana ‎menikmati indahnya alam nan hijau ‎menikmati lukisan yang dilukis ‎ ‎apakah kamu tahu lukisan apa? ‎ ‎lukisan ini bergambar dirimu ‎aku lukis dengan rasa yang gundah ‎aku lukis dengan rasa yang emosional ‎aku lukis dengan air mata membasahi wajah ‎aku lukis dengan tintatinta yang keluar dari tangan ‎ ‎2022

Kaulah!

Gambar
Ilustrasi | Pexels.com/ ‎Zişan Özdemir ‎kaulah ‎wanita pertama ‎yang berhasil membukakan hati ini ‎ ‎kaulah ‎wanita pertama ‎yang ingin kupandang ‎dengan mata terbuka ‎ ‎kaulah ‎wanita pertama ‎yang ingin kutemui ‎lalu berkata, you are beautiful in my heart ‎ ‎namun, kaulah ‎wanita pertama ‎yang membuat air mata ini ‎menetes ‎ ‎kaulah! ‎ ‎2026

Namamu

Gambar
Ilustrasi | Pexels.com/ ‎Dziana Hasanbekava ‎ ‎di meja kerja '‎ku tuliskan kembali ‎namamu di kertas warna merah ‎dengan coretan yang ‎amat indah ‎bentuk ingatan ini kepadamu ‎ ‎namun, sewaktu bulan menggantung ‎aku tak bisa apa-apa ‎di kala semua harapan ini ‎pergi dan mungkin ‎tak akan kembali ‎ ‎apakah aku salah? ‎jikalau salah ‎bilang! ‎ ‎Tuhan, apakah seperti ini jadinya? ‎ ‎hmm ‎tulisan ini menjadi candu ‎untuk kulihat ‎untuk kuselipkan ‎di buku-buku romansa ‎yang terletak di meja kerja ‎ ‎2026

‎Malam di Tanjakan Gentong ‎

Gambar
Ilustrasi | Pexels.com/ ‎Vinod Kuma ‎entah apa ‎malam ini seperti lagu sendu ‎yang mengalun menyayat hati ‎tanpa kasih, tanpa kehangatan, ‎dan tanpa adanya dirimu ‎ ‎entah apa ‎tanjakan ini terasa berat ‎ketika dilewati dengan ‎penuh kemuraman ‎—penuh air mata ‎ ‎hmmm ‎entah apa ‎air mata ini tiba-tiba menetes ‎dan aku jadi malu ketika ‎ada yang nanya, kenapa menangis, a? ‎ ‎aku jadi bingung ‎harus menjawab seperti apa ‎tapi hati ini masih sesak ‎tanpa bisa mengeluarkan kata ‎kata kepada siapa pun ‎ ‎kendaraan ini, menjadi saksi ‎aku meneteskan air mata ‎di Tanjakan Gentong ‎yang penuh kemuraman ‎ke arah wanita yang ‎selalu aku dambakan ‎ ‎2026

Kamu Siapa?

Gambar
Ilustrasi | Pexels.com/ Godwin Torres kamu siapa? pertanyaan itu terlemparkan seperti bara yang terasa panas lalu menjalar ke dalam hati ini merobek-robek; berdarah; hancurlah! kamu siapa? di kala malam yang sendu pertanyaan itu bak pisau yang menguliti isi hati hingga terlepas semuanya kamu siapa? pertanyaan itu berhasil 'ku terdiam di balik malam yang sulit kujawab seperti rumus matematika yang harus dikalikan nol untuk penyelesainnya aku terdiam! 60426

‎Inilah Kotamu

Gambar
Ilustrasi | Pexels.com/ ‎Nam Phong Bùi ‎di Sukajadi, ‎ku menikmati lagi kenangan ‎di kala kaki kecil ini bak pensil ‎melukiskan kisah amat yang jelas ‎di depan restoran, ‎di depan toko kue, ‎di depan toko es krim, ‎di samping jalan ‎yang dipenuhi mobil-mobil, ‎dan di depan penjual nangka ‎yang harumnya seperti warna-warni keindahan ‎ ‎di Dago, ‎ku berjalan sendirian ‎menikmati indahnya kota ‎suasana dinginnya yang ‎lalu berjalan ke Sulanjana ‎ku lihat tim kebanggaan ‎yang amat kusukai ‎dan penuh emosional itu ‎ ‎di Pasar Burung, ‎ku dengar kembali kicauan-kicauan ‎yang menenangkan hati ‎di kala kita yang semakin berjarak ‎tanpa kabar dan kau memilih pergi ‎yang mungkin saja selamanya ‎ ‎di Cigondewah, ‎ku lihat tumpukan benang-benang ‎dimulai dari dua ribu, tiga ribu, lima ribu ‎tapi semua itu tak bisa menjahit ‎mulutku yang ingin selalu ‎menyatakan, aku cinta kamu! ‎ ‎di Cileunyi, ‎aku terpaku seperti patung ‎me...

Tulisan Favorit Pembaca

Mengenal Tari Topeng Cirebon, Sejarah, Jenis, dan Filosofi yang Terkandung dari Keindahannya, Silakan Disimak!

5 Cakupan Tindak KDRT dan Akibat yang Bisa Terjadi, Pasutri Wajib Tahu!

Mari Berkenalan dengan Gurita Teleskop, Penghuni Laut Dalam!

Kue Kontol Sapi, Makanan Unik Khas Cilegon

Batu Hitam yang Terluka