D i antara hitamnya langit, kamu masih saja duduk di kursi yang ada di taman kota. Wajahmu terlihat sedang tak baik-baik saja. Kemudian, kamu membuka buku yang berjudul Origami Hati dengan pelan. Kamu pun tertunduk. Kamu membaca. Kamu meneteskan air mata yang entahlah air mata apa itu namanya. Kemudian, taman kota pun mendadak sepi dan mungkin para orang-orang sudah pada terjaga di rumah masing-masingnya. Kamu mendadak berteriak ketika malam sudah semakin menghitam sehingga seorang lelaki pun berjalan ke arahmu. Kemudian, lelaki itu bertanya, "Hei, kenapa berteriak?" Kamu pun tertunduk, mungkin sedikit malu ataupun lainnya, sedangkan lelaki itu malah terlihat penasaran. Namun, kamu pun langsung bisa menjawab dengan jawaban, "Tak apa-apa." "Hah?" Seorang lelaki itu tampak terkaget, "beneran, tak apa-apa?" tambah lelaki itu dengan sedikit bertanya. "Iya, aku tak apa-apa," jawab dirimu yang terlihat bohong. Malam di taman kota semakin...