Postingan Terbaru

Proses Sosial dan Kecintaan yang Tak Pernah Bertahta!

Gambar
Ilustrasi | Pexels.com/Rakicevic Nenad Paling simpel dari pemahaman proses sosial ini ialah cara kita ketika berinteraksi dengan orang lain, baik itu keluarga, teman, ataupun kolega. Nah, hal semacam itu pun bisa termasuk ke dalam kehidupan sehari-hari yang seringkali kita terjebak dalam rutinitas yang monoton. Namun dalam hal itu, ada yang namanya proses kecintaan yang bisa berkesinambungan dengan proses sosial untuk membangun hubungan yang sehat dan bahagia. Proses sosial pun bisa menjadi salah satu proses yang terus berlangsung dan berkembang seiringnya waktu. Oleh karena itu, proses sosial ini jangan sampai dilupakan karena di sini bukan hanya untuk berinteraksi maupun berbicara saja, tapi juga tentang mendengarkan, memahami, dan menghargai orang lain. Kemudian, ada satu kata yang menarik di sini ialah kecintaan yang di mana dalam sisi lain ialah perasaan yang sangat kuat dan mendalam yang kita rasakan terhadap seseorang ataupun sesuatu. Hal semacam itu pun bisa termasuk ke ...

Sebatas Jalan Kenangan


Jalan ini, jalan yang pernah kita lewati ketika berdua di dalam mobil. Kemudian, kau berkata, jalannya indah banget. Namun, keindahan itu tak mampu untuk menenggelamkan duka di waktu sekarang ini. Jalan ini, hanyalah sebatas jalan kenangan antara kau dan diriku. Di sinilah, kita menyatukan hati dan di sinilah kita berpisah atas nama perpisahan yang begitu menyakitkan.

Jalan ini, jalan yang berliku-liku di antara pohon yang rindang di sampingnya. Namun, sekali lagi jalan ini adalah jalan yang hanya sebatas jalan kenangan saja. Apakah kau mengerti? Apakah kau paham? Apakah kau masih bisa menikmati lagi jalan ini? Mungkin, pertanyaan semacam itu akan terasa mudah kau jawab dan sebaliknya. 

Namun, kau harus tahu bahwa jalan pun bisa menjadi malapetaka di antara keindahan yang bisa dinikmatinya. Oleh karena itu, tak bisa juga jalan dijadikan sebuah ukuran untuk cinta yang pernah kita satukan. Semua itu pun menjadikan sebuah peristiwa yang mungkin saja bisa dikenang ataupun lainnya.

Maaf! Maafkanlah, aku! Di kala itu kau berkata semacam itu yang begitu terngiang-ngiang di telinga ini. Kemudian, sekali lagi hanya di jalan inilah yang sebatas jalan kenangan saja. Semua itu pun tampak jelas seperti melihat bulan yang selagi purnama. Mungkin, kau pun menyadari sehingga kata maaf itu sangat ringan keluar dari mulutmu yang kecil itu. Hmm. Sungguh cinta itu pun kalah oleh keegoisan manusianya sendiri sehingga sama-sama malah tenggelam oleh kedukaan.



Sekarang, aku melewati lagi jalan ini dengan mobil warna putih yang dulu selalu menjemputmu di rumah. Namun jalan ini, sekarang itu tampak berbeda. Ya, pohon-pohon pun sudah tak terlihat lagi rindang, sedangkan jalanan pun tampak berlubang seperti cinta kita yang rusak terbengkalai. Apakah semua ini ada kesinambungannya dengan cinta kita? Ataupun hanya kebetulan saja bahwa jalan berlubang dan hati kita pun sudah rusak tak menyatu lagi? Entahlah!!!

Banyak hal yang pernah kita lalui di sini, apalagi pada saat keempat roda mobil berpusing-pusing maka cerita pun selalu bisa terlukiskan dengan jelas. Namun, hal semacam itu pun sangat berbeda di waktu ini yang mana hanya ada kesunyianlah yang aku rasakan ketika melewati jalan ini. Entahlah! Aku pun tak paham, kenapa hal semacam itu bisa terjadi? Namun, salah satu momen yang paling diingat itu ketika dirimu berkata, jalan ini indah, ya!

Momen itu menjadikan momen yang paling diingat oleh batin ini, sampai aku pun sering tenggelam oleh kenangan di jalan ini. Namun, masih untung juga aku memiliki sebuah harapan bahwa kau di sana pun mungkin masih mengingatku yang ada di sini. Semoga dan semoga!

Sebatas jalan kenangan adalah jalan yang menembus langsung ke daerah perkotaan sehingga jalan ini yang sering kita lewati ketika ke taman kota. Namun, sekarang ini, jalan ini adalah jalan yang tak disukai oleh diriku. Ya, semua itu bermula dari banyaknya kenangan yang menempel di jalan ini sehingga batin pun rasanya menolak kalau harus melewati jalan ini. Kemudian, sudah bisa dikatakan juga bahwa jalan ini adalah jalan yang hanya sebatas kenangan saja.[]


2022

Komentar

Tulisan Favorit Pembaca

Mengenal Tari Topeng Cirebon, Sejarah, Jenis, dan Filosofi yang Terkandung dari Keindahannya, Silakan Disimak!

5 Cakupan Tindak KDRT dan Akibat yang Bisa Terjadi, Pasutri Wajib Tahu!

Mari Berkenalan dengan Gurita Teleskop, Penghuni Laut Dalam!

Kue Kontol Sapi, Makanan Unik Khas Cilegon

Batu Hitam yang Terluka