Ilustrasi | Pexels.com/Yan Krukau D i malam yang sunyi dan membelai kelembutan, angin berbisik di antara daun-daun yang bergoyang meratapi kepergian sang mentari. Kemudian cahayanya telah redup, meninggalkan langit dalam keteduhan senja yang perlahan memudar menjadi gelap. Rindu datang bagai badai yang tak terduga, membelah kehangatan yang pernah terasa begitu mendalam, seperti ombak yang mengguncang lautan. Di dalam kehampaan malam, bayanganmu muncul; menari-nari di dinding-dinding ruang kosong yang dipenuhi oleh kehadiranmu yang tak lagi nyata. Di sudut-sudut pikiran yang sunyi, kenangan-kenangan tentangmu terulang kembali, senyummu yang hangat, sentuhanmu yang lembut, semua itu terpatri dalam ingatan yang terluka oleh kepergianmu. Malam ini, bintang-bintang gemintang bersinar redup di langit, seakan-akan merenungkan kekosongan yang tercipta sejak kepergianmu. Dalam keheningan malam, hati ini terus menggelegak dalam rindu yang tak terbendung. Tiap detik berlalu membawa kisah ...