Postingan Terbaru

Inilah Beberapa Manfaat Buah Kesemek untuk Kesehatan Tubuh, Nomor 4 Bagus untuk Wanita!

Gambar
Ilustrasi | Buah Kesemek/tanamanmart.com Kesemek atau biasa juga kita kenal dengan sebutan "apel jawa" atau "apel gunung" karena bentuk buahnya yang menyerupai apel dan tanamannya tumbuh banyak di daerah Pulau Jawa dan dataran tinggi. Kesemek ini walaupun rupa dan bentuknya seperti apel, tapi tekstur buah ini tidak keras dan rasanya berbeda dengan apel yang pada umumnya. Kemudian, kesemek pun memiliki nama ilmiah diospyros kaki yang berarti buah ini dihasilkan oleh sejenis tanaman marga diospyros. Jikalau menilik lebih dalam lagi bahwa buah ini terkenal dengan sebutan buah kaki, atau dalam kamus Inggris disebut juga oriental persimmon atau japanese persimmon. Lebih lanjut lagi kesemek atau yang biasa kita lihat bentuknya seperti tomat, lalu termasuk buah yang berasal dari Jepang dan Cina. Buah ini juga memiliki rasa manis yang ringan dan kaya akan sumber energi, khususnya dalam bentuk karbohidrat dengan jumlah serat yang baik, serta mengandung antioksidan bagi...

Lautan Perasaan yang Tenggelam

Ilustrasi | Pexels.com/Stuart Pritchards

Di dunia yang terang dan suram ini, aku merenung tentang bagaimana perasaan yang dalam perlahan tenggelam, seperti kapal karam di lautan malam.

Aku mencoba mengingat setiap sorot matamu yang dulu mampu mengulit bara di dalam hatiku, tapi kini hanya sisa-sisa kenangan yang menghantui.

Wanita lain datang dan pergi dalam hidupku seperti angin musim semi yang lembut membelai wajah, tapi tidak satu pun dari mereka bisa menggantikan bayanganmu yang terpatri begitu dalam di benakku.

Aku mencoba mencintai lagi dengan segala usah dan kejujuran hati, tapi setiap kali, aku merasa seperti mencari sinar bulan di tengah badai.

Mungkin saja ini takdirku, sebuah kapal yang terdampar di tepi pantai, menatap ke arah samudra luas di mana kita dulu berlayar bersama.

Hanya angin sepoi-sepoi yang mengelus pipiku, mengingatkan akan jalan yang pernah kita tempuh bersama-sama.

Maka, biarlah aku menjadi pelaut yang membiarkan kapal perasaannya tenggelam dalam sunyi, menanti datangnya fajar yang mungkin akan membawa cerita baru.

Sampai saat itu, aku hanya akan merenung dan menulis tentang cinta yang pernah ada, tentang perasaan yang tenggelam dalam lautan waktu.

Kemudian, di antara riak-riak gelombang yang gemulai, aku menemukan diriku terhanyut dalam alunan kenangan.

Bahkan, setiap detik berlalu membawa jejak cerita kita, seperti helai-helai kisah yang terurau di tepi pantai pasir putih.

Pernahkah kau merasakan bagaimana waktu bisa membentuk dan merobek hari? Aku merindukan senyummu yang seperti sinar mentari pagi, yang mampu menerangi bahuku saat hujan mengguyur.

Namun, sekarang hanya tinggal bayanganmu yang mengalir bersama riak air laut yang tenang. Hmmm.

Begitulah, ya begitulah, aku berdiri di sini dengan hati yang terbuka, menghadapi lautan yang penuh misteri.

Terkadang juga di malam yang sunyi, aku mendengar desiran ombak yang membawa suara-suara lama, memanggil namamu dengan lembut di dalam angin.

Namun, aku tahu bahwa cinta tidak selalu tentang kepungan dan keteguhan. Kadang-kadang juga cinta adalah tentang membiarkan perasaan tenggelam perlahan, seperti matahari terbenam yang meredup di ufuk barat.

Dan mungkin suatu hari nanti, di antara debur ombak dan kerlap-kerlip bintang, aku akan menemukan jalan yang membawa cinta baru, atau mungkin, aku akan menemukan kedamaian dalam kenangan yang telah kita bagi.

Hmm. Hingga saat itu, biarlah aku menatap horizon yang tak terhingga, sambil membiarkan hatiku memeluk hangatnya kenangan yang telah kita bagi bersama.(*)


2024

Komentar

Tulisan Favorit Pembaca

Mengenal Tari Topeng Cirebon, Sejarah, Jenis, dan Filosofi yang Terkandung dari Keindahannya, Silakan Disimak!

5 Cakupan Tindak KDRT dan Akibat yang Bisa Terjadi, Pasutri Wajib Tahu!

Mari Berkenalan dengan Gurita Teleskop, Penghuni Laut Dalam!

Kue Kontol Sapi, Makanan Unik Khas Cilegon

Batu Hitam yang Terluka