Ilustrasi | Pexels.com/Fabiola Ulate Suara bising mengiringi langkahku di kala mendaki kenyamanan yang diimpikan. Kemudian, sepucuk mawar pun masih di tangan dan ingin sekali kupersembahkan untuk dirimu; wanita yang paling cantik. Sepucuk mawar ini masih utuh dengan harum yang khasnya berhasil membangkitkan asa; mendekat padamu. Sampai, aku tak kuat seperti ingin meledak untuk mencurahkan isi hati—aku sayang kamu! Namun, aku seringkali terdiam di kala orang-orang selalu berbicara tentang cinta. Ya, cinta yang bermekaran di halaman hati yang selalu diceritakan dengan begitu indah. Aku mau! Ya, aku pun mau untuk menuliskan kisah itu di halaman hati yang kosong ini dengan begitu indah. Di sini, kuperhatikan betul sepucuk mawar ini akan cocok dipegang olehmu. Cantikmu. Manismu. Semua itu akan menjadi gambaran bahwa kamulah wanita yang paling sempurna di hidup ini! Di perjalanan yang amat lelah, aku selalu mengingatmu bak sinyal-sinyal yang terus ada di dalam pikiran ini. Aku ingin ber...