Postingan Terbaru

Proses Sosial dan Kecintaan yang Tak Pernah Bertahta!

Gambar
Ilustrasi | Pexels.com/Rakicevic Nenad Paling simpel dari pemahaman proses sosial ini ialah cara kita ketika berinteraksi dengan orang lain, baik itu keluarga, teman, ataupun kolega. Nah, hal semacam itu pun bisa termasuk ke dalam kehidupan sehari-hari yang seringkali kita terjebak dalam rutinitas yang monoton. Namun dalam hal itu, ada yang namanya proses kecintaan yang bisa berkesinambungan dengan proses sosial untuk membangun hubungan yang sehat dan bahagia. Proses sosial pun bisa menjadi salah satu proses yang terus berlangsung dan berkembang seiringnya waktu. Oleh karena itu, proses sosial ini jangan sampai dilupakan karena di sini bukan hanya untuk berinteraksi maupun berbicara saja, tapi juga tentang mendengarkan, memahami, dan menghargai orang lain. Kemudian, ada satu kata yang menarik di sini ialah kecintaan yang di mana dalam sisi lain ialah perasaan yang sangat kuat dan mendalam yang kita rasakan terhadap seseorang ataupun sesuatu. Hal semacam itu pun bisa termasuk ke ...

Tiga Tahun

Tiga Tahun


Sudah tiga tahun, saya masih mengingatmu di sini! Entah, sampai kapan hati ini dirundung oleh kegalauan? Sampai kapan saya harus menahan rindu kepadamu? Sampai kapan saya harus menahan rasa yang bergejolak di hati? Saya benar-benar bingung dibuat olehmu. Bahkan, kehidupan ini rasanya kurang berwarna tanpa dirimu yang tak pernah ada lagi di samping saya ini.

Sudah berbagai cara saya lakukan untuk melupakan dirimu, tapi semua itu seperti tanaman yang tumbuh kembali. Entahlah! Saya itu sebenarnya harus bagaimana? Saya benar-benar bingung harus bagaimana?

Di sini! Di tempat ini! Sudah seperti awan mendung yang ingin menjatuhkan isinya. Saya harus bagaimana? Pertanyaan itu selalu muncul di kala sendiri sambil menikmati foto yang tersimpan di ponsel ini.

Kadang, saya harus dipaksa mengerti di kala hati merindukan dirimu berada di sini. Kadang, saya harus dipaksa menahan di kala rindu itu terus-menerus menggerogoti hati. Kadang, saya pun tak bisa apa-apa dan akhirnya harus memasrahkan-Nya.

Sudah tiga tahun, saya tak lagi melihat wujudmu. Sudah tiga tahun, saya tak mendengar suaramu. Sudah tiga tahun, saya tak melihat senyum indahmu. Sudah tiga tahun, saya tak mendapatkan omelan dirimu. Sudah tiga tahu, saya masih setia mengharapkan dirimu ada lagi di sini. Sudah tiga tahun, hidup pun sudah seperti layangan yang terombang-ambing ke sana-kemari. Sudah tiga tahun, saya harus bisa mengikhlaskan dirimu untuk selamanya.[]


2022

Komentar

Tulisan Favorit Pembaca

Mengenal Tari Topeng Cirebon, Sejarah, Jenis, dan Filosofi yang Terkandung dari Keindahannya, Silakan Disimak!

5 Cakupan Tindak KDRT dan Akibat yang Bisa Terjadi, Pasutri Wajib Tahu!

Mari Berkenalan dengan Gurita Teleskop, Penghuni Laut Dalam!

Kue Kontol Sapi, Makanan Unik Khas Cilegon

Batu Hitam yang Terluka