Postingan Terbaru

Proses Sosial dan Kecintaan yang Tak Pernah Bertahta!

Gambar
Ilustrasi | Pexels.com/Rakicevic Nenad Paling simpel dari pemahaman proses sosial ini ialah cara kita ketika berinteraksi dengan orang lain, baik itu keluarga, teman, ataupun kolega. Nah, hal semacam itu pun bisa termasuk ke dalam kehidupan sehari-hari yang seringkali kita terjebak dalam rutinitas yang monoton. Namun dalam hal itu, ada yang namanya proses kecintaan yang bisa berkesinambungan dengan proses sosial untuk membangun hubungan yang sehat dan bahagia. Proses sosial pun bisa menjadi salah satu proses yang terus berlangsung dan berkembang seiringnya waktu. Oleh karena itu, proses sosial ini jangan sampai dilupakan karena di sini bukan hanya untuk berinteraksi maupun berbicara saja, tapi juga tentang mendengarkan, memahami, dan menghargai orang lain. Kemudian, ada satu kata yang menarik di sini ialah kecintaan yang di mana dalam sisi lain ialah perasaan yang sangat kuat dan mendalam yang kita rasakan terhadap seseorang ataupun sesuatu. Hal semacam itu pun bisa termasuk ke ...

Lieur!

Lieur!

Aku sakit diperlakukan seperti ini, kamu selalu benar, apakah aku salah mencintaimu? Pertanyaan itu selalu aku lontarkan kepadamu, tapi kenapa kamu hanya diam saja. Aku dan kamu hanya berdua saja di ruangan ini jadi tolonglah jangan diam saja, ayo berbicara walaupun hanya satu kata.

Emosiku merajalela, tangan kanan memukul meja, benda-benda yang ada di atasnya pun pada bergoyang dan sebagian jatuh ke lantai. Namun, kau masih menyukai dengan sikapmu yang berdiam seribu bahasa. 

"Sayang, salah aku apa?" tanyaku sambil memegang wajahmu.

Kamu hanya diam saja, enggak bisa berbicara. Amarah kamu membuat aku gila. Sungguh, aku tidak tahu lagi harus meminta maaf seperti apa. Kopi yang sudah dingin aku minum untuk menahan rasa grogi untuk meminta maaf kepadamu, sayangku. Setangkai mawar merah yang ada di meja kerja. Akhirnya, aku ambil dan langsung mendekatimu.

"Sayang, aku mohon, tolong maafkan aku, dong!" Aku memohon-mohon sambil tanganku memberikan setangkai mawar merah.

Kamu masih marah sehingga bunga yang aku berikan hanya dilihat saja. Aku sangat kecewa! Hati sudah hancur, mata sudah tidak tahan lagi untuk melihat yang kamu lakukan di ruangan ini, sehingga aku memutuskan untuk tidak bersamamu lagi.

"Sayang, mungkin dengan ini aku bisa melupakan kenangan-kenangan indah dulu saat bersamamu," ucapku pada pigura foto mantan kekasih sambil keluar ruangan membawanya dan langsung aku kubur di dalam tanah, terus tidak lupa aku cor agar susah untuk digali lagi.

Aku bahagia. Karena sekarang di ruangan kerja, tidak ada kamu yang membuat aku tergila-gila cinta.[]


Cangkir Kopi, 22/12/19

Komentar

Tulisan Favorit Pembaca

Mengenal Tari Topeng Cirebon, Sejarah, Jenis, dan Filosofi yang Terkandung dari Keindahannya, Silakan Disimak!

5 Cakupan Tindak KDRT dan Akibat yang Bisa Terjadi, Pasutri Wajib Tahu!

Mari Berkenalan dengan Gurita Teleskop, Penghuni Laut Dalam!

Kue Kontol Sapi, Makanan Unik Khas Cilegon

Batu Hitam yang Terluka