Postingan Terbaru

Proses Sosial dan Kecintaan yang Tak Pernah Bertahta!

Gambar
Ilustrasi | Pexels.com/Rakicevic Nenad Paling simpel dari pemahaman proses sosial ini ialah cara kita ketika berinteraksi dengan orang lain, baik itu keluarga, teman, ataupun kolega. Nah, hal semacam itu pun bisa termasuk ke dalam kehidupan sehari-hari yang seringkali kita terjebak dalam rutinitas yang monoton. Namun dalam hal itu, ada yang namanya proses kecintaan yang bisa berkesinambungan dengan proses sosial untuk membangun hubungan yang sehat dan bahagia. Proses sosial pun bisa menjadi salah satu proses yang terus berlangsung dan berkembang seiringnya waktu. Oleh karena itu, proses sosial ini jangan sampai dilupakan karena di sini bukan hanya untuk berinteraksi maupun berbicara saja, tapi juga tentang mendengarkan, memahami, dan menghargai orang lain. Kemudian, ada satu kata yang menarik di sini ialah kecintaan yang di mana dalam sisi lain ialah perasaan yang sangat kuat dan mendalam yang kita rasakan terhadap seseorang ataupun sesuatu. Hal semacam itu pun bisa termasuk ke ...

Hal Itu, Kini Telah Kembali

Hal Itu, Kini Telah Kembali
Ilustrasi | Pexels.com/Benjamin Farren


Hampir seminggu lamanya, aku menunggu hal yang pernah hilang. Akhirnya, kembali juga bak bunga yang mulai tumbuh lagi. Mataku sangat menyukai karena tampak indah untuk dipandangnya. Hatiku pun sangat menyukai karena berhasil menyembuhkan luka yang berada di dalamnya.

Hal-hal yang pernah hilang itu, kini kembali dengan wajah baru dan penuh warna. Bahkan, aku sendiri tak ingin lagi mengulang langkah yang pernah menenggelamkan semua itu. Biarlah, kecewa yang dulu tercipta itu menjadi sebuah pembelajaran yang bisa saja dipelajari untuk masa depan.

Kini telah kembali, kabar baik yang aku terima itu bak simponi keindahan; menciptakan suara menenteramkan kalbu. Ada benarnya menurut orang-orang yang berjubah hitam itu bahwa kesabaran akan dibalas dengan keindahan. Hal semacam itulah yang terasa oleh batin ini hingga menciptakan semangat lagi untuk hidup.

Jika, melihat angin! Hal yang pernah hilang itu pun bisa dikatakan seperti angin sehingga diembuskan itu malah menyebar ke mana-mana. Namun, bisa kembali lagi untuk menjadi angin-angin kesegaran. Penomena yang langka itu pun sangat dirasakan dan tampil ke permukaan.



Aku masih mengingat juga bahwa kehilangan itu adalah ujian yang bisa saja menyerap kalbu hingga tak berdaya. Kemudian, kalbu itu sudah tak bisa dipakai untuk memilah kebaikan ataupun keburukan bagi kehidupan yang nyata. Namun, masih untung! Hal semacam itu tak menyerangku dengan kejam dan memborbardir sehingga kehidupan ini senantiasa bisa diperbaiki untuk mengarah ke arah yang benar.

Apa yang pernah hilang itu kini telah kembali, kataku di bawah langit hitam, sedangkan bulan masih mengintip ke arah orang-orang yang masih mencari makan.



Di antara bayang-bayang yang sunyi, kutapaki lagi langkah demi langkah kehidupan nyata ini. Bahkan, hal yang kembali itu begitu tertanam dalam diri dan menjadi suatu tolok ukur untuk terus melangkah. Di antara kehidupan, pasti ada gejolak yang menyerang dari segala arah; kesakitan; kesedihan; kesuraman dan semua rasa-rasa lain yang menyerangnya.

Pergolakan batin terus merajalela, bahkan rasanya seperti membombardir kehidupan. Namun, langkah demi langkah ini seperti sebuah jalan yang kadang lurus dan berbelok. Kemudian, jikalau angin bisa kembali dengan angin-angin kesegaran. Mungkin, kehilangan yang telah kembali ini bisa terus menciptakan kebahagiaan.

Aku tak ingin mengulangi langkah yang mengecewakan lagi, kataku sembari duduk dan menikmati malam dengan udara dinginnya. Bahkan, harapan-harapan pun dilangitkan agar bisa menyebar menjadi sebuah titik-titik ketenteraman untuk hari yang akan datang.(*)


2023

Komentar

Tulisan Favorit Pembaca

Mengenal Tari Topeng Cirebon, Sejarah, Jenis, dan Filosofi yang Terkandung dari Keindahannya, Silakan Disimak!

5 Cakupan Tindak KDRT dan Akibat yang Bisa Terjadi, Pasutri Wajib Tahu!

Mari Berkenalan dengan Gurita Teleskop, Penghuni Laut Dalam!

Kue Kontol Sapi, Makanan Unik Khas Cilegon

Batu Hitam yang Terluka