Postingan Terbaru

Proses Sosial dan Kecintaan yang Tak Pernah Bertahta!

Gambar
Ilustrasi | Pexels.com/Rakicevic Nenad Paling simpel dari pemahaman proses sosial ini ialah cara kita ketika berinteraksi dengan orang lain, baik itu keluarga, teman, ataupun kolega. Nah, hal semacam itu pun bisa termasuk ke dalam kehidupan sehari-hari yang seringkali kita terjebak dalam rutinitas yang monoton. Namun dalam hal itu, ada yang namanya proses kecintaan yang bisa berkesinambungan dengan proses sosial untuk membangun hubungan yang sehat dan bahagia. Proses sosial pun bisa menjadi salah satu proses yang terus berlangsung dan berkembang seiringnya waktu. Oleh karena itu, proses sosial ini jangan sampai dilupakan karena di sini bukan hanya untuk berinteraksi maupun berbicara saja, tapi juga tentang mendengarkan, memahami, dan menghargai orang lain. Kemudian, ada satu kata yang menarik di sini ialah kecintaan yang di mana dalam sisi lain ialah perasaan yang sangat kuat dan mendalam yang kita rasakan terhadap seseorang ataupun sesuatu. Hal semacam itu pun bisa termasuk ke ...

Rembulan yang Menerangi Wajahmu

Wajah wanita cantik

Malam. Ya, malam yang ditandai langit menghitam lalu bulan muncul ke permukaan. Semua itu bisa menjadi satu keindahan yang nyata di alam ini. Sampai, kamu pun hanya bisa terpana saja ketika bulan itu menyinari setiap inci wajahmu. 

"Duh, cantik banget," kataku pelan. 

Kamu pun langsung memandangku lalu mengerutkan dahi dan bertanya, "Siapa yang cantik?" 

Aku jadi tertunduk malu kalau harus mengakui bahwa kamu itu memang cantik. Hmmm. 

Selang beberapa menit dari kejadian yang mungkin tak ingin aku lakukan lagi itu, kamu malah tersenyum-senyum sendiri. Bulat mata yang indah itu memancarkan cahaya hingga menerangi semua benda yang kamu lihat. Aku jadi terpana dan hatiku bertanya-tanya, apakah ini yang dinamakan bidadari? Kok, bidadari tak ada sayapnya? Kemudian, tangan kananku malah menggaruk-garuk kepala yang tak gatal. 

Malam ini, malam yang begitu indah karena kejadian-kejadian itu baru saja kulihat di kehidupan ini. Kemudian, aku pun malah menjadi senyam-senyum seperti orang gila karena cinta. Duh, Gusti, seperti inikah cinta yang turun dari matanya langsung menerobos masuk ke dalam hati ini? 

Dipandang-pandang kamu itu memang indah; bola matanya; tubuhnya; akhlaknya; senyumnya; gaya bahasanya dan semua yang menempel di dalam dirimu itu memang indah. Namun, aku sendiri masih malu untuk mengakui langsung di hadapanmu itu. Entahlah. Entahlah, apa yang terjadi di kehidupanku? Kenapa rasanya sangat sulit untuk mengakui di hadapanmu langsung bahwa kamu itu memang cantik? Entahlah!

Rembulan itu benar-benar masih menyinari wajah bersihmu itu, ya, aku menjadi nyaman berada di dekatmu. Sampai, aku pun merasa beruntung bisa mengenalmu hingga tak mampu lagi untuk menggambarkan tentangmu lewat tulisan ini.[]


2021

Komentar

Tulisan Favorit Pembaca

Mengenal Tari Topeng Cirebon, Sejarah, Jenis, dan Filosofi yang Terkandung dari Keindahannya, Silakan Disimak!

5 Cakupan Tindak KDRT dan Akibat yang Bisa Terjadi, Pasutri Wajib Tahu!

Mari Berkenalan dengan Gurita Teleskop, Penghuni Laut Dalam!

Kue Kontol Sapi, Makanan Unik Khas Cilegon

Batu Hitam yang Terluka