Postingan Terbaru

Proses Sosial dan Kecintaan yang Tak Pernah Bertahta!

Gambar
Ilustrasi | Pexels.com/Rakicevic Nenad Paling simpel dari pemahaman proses sosial ini ialah cara kita ketika berinteraksi dengan orang lain, baik itu keluarga, teman, ataupun kolega. Nah, hal semacam itu pun bisa termasuk ke dalam kehidupan sehari-hari yang seringkali kita terjebak dalam rutinitas yang monoton. Namun dalam hal itu, ada yang namanya proses kecintaan yang bisa berkesinambungan dengan proses sosial untuk membangun hubungan yang sehat dan bahagia. Proses sosial pun bisa menjadi salah satu proses yang terus berlangsung dan berkembang seiringnya waktu. Oleh karena itu, proses sosial ini jangan sampai dilupakan karena di sini bukan hanya untuk berinteraksi maupun berbicara saja, tapi juga tentang mendengarkan, memahami, dan menghargai orang lain. Kemudian, ada satu kata yang menarik di sini ialah kecintaan yang di mana dalam sisi lain ialah perasaan yang sangat kuat dan mendalam yang kita rasakan terhadap seseorang ataupun sesuatu. Hal semacam itu pun bisa termasuk ke ...

Izinkanlah Aku Menggapai Bintang

Izinkanlah Aku Menggapai Bintang


pernahkah kau melihat pelangi?
pernahkah kau melihat mentari?
pernahkah kau melihat bulan?
pernahkah kau menikmati semua yang ditanyakan itu?


pertanyaan-pertanyaan semacam itu kau lemparkan
ketika aku memandang nyaman wajahmu
ketika kita saling duduk berhadapan
ketika kita saling menjalin kasih


hmmm, aku menikmati semua itu
namun, izinkanlah aku menggapai bintang
agar bisa membuatmu lebih bahagia
agar kau merasa lebih nyaman di sampingku


kau malah tersenyum ketika aku berkata,
aku akan menggapai bintang demi kamu
lalu kujadikan bintang itu sumber kehidupan kita
aku akan terbang dan menggapainya, percayalah!


kau lalu berkata, aku percaya kamu, kok!
kau terlihat sangat yakin tentang omonganku
aku jadi bergetar, semangat, kuat
hingga akhirnya aku merasa nyaman di sampingmu


*


kini, bintang itu sudah kugenggam dengan tangan kosong
namun, semua itu telah hilang; harapan bersamamu itu pupus
aku harus bagaimana? tanyaku dalam hati
aku harus bagaimana? tanyaku sekali lagi dengan dibarengi air mata


kau hilang untuk selamanya; kau diambil lagi oleh pemilikNya
aku benar-benar tak bisa apa-apa


sekarang, aku di sini; depan pusara dirimu
ini bintang yang pernah aku janjikan, kataku
ini bintang yang pernah kita bicarakan, kataku 


lalu air mata ini tiba-tiba jatuh membasahi wajah


2022

Komentar

Tulisan Favorit Pembaca

Mengenal Tari Topeng Cirebon, Sejarah, Jenis, dan Filosofi yang Terkandung dari Keindahannya, Silakan Disimak!

5 Cakupan Tindak KDRT dan Akibat yang Bisa Terjadi, Pasutri Wajib Tahu!

Mari Berkenalan dengan Gurita Teleskop, Penghuni Laut Dalam!

Kue Kontol Sapi, Makanan Unik Khas Cilegon

Batu Hitam yang Terluka