Postingan Terbaru

Proses Sosial dan Kecintaan yang Tak Pernah Bertahta!

Gambar
Ilustrasi | Pexels.com/Rakicevic Nenad Paling simpel dari pemahaman proses sosial ini ialah cara kita ketika berinteraksi dengan orang lain, baik itu keluarga, teman, ataupun kolega. Nah, hal semacam itu pun bisa termasuk ke dalam kehidupan sehari-hari yang seringkali kita terjebak dalam rutinitas yang monoton. Namun dalam hal itu, ada yang namanya proses kecintaan yang bisa berkesinambungan dengan proses sosial untuk membangun hubungan yang sehat dan bahagia. Proses sosial pun bisa menjadi salah satu proses yang terus berlangsung dan berkembang seiringnya waktu. Oleh karena itu, proses sosial ini jangan sampai dilupakan karena di sini bukan hanya untuk berinteraksi maupun berbicara saja, tapi juga tentang mendengarkan, memahami, dan menghargai orang lain. Kemudian, ada satu kata yang menarik di sini ialah kecintaan yang di mana dalam sisi lain ialah perasaan yang sangat kuat dan mendalam yang kita rasakan terhadap seseorang ataupun sesuatu. Hal semacam itu pun bisa termasuk ke ...

Secangkir Teh Manis

Secangkir Teh Manis


Pagi ini, rasanya begitu sangat berbeda bagi Andi yang tak melihat lagi ada secangkir teh manis di meja kerjanya. Entahlah! Ia malah merasa kehilangan, kenapa secangkir teh manis itu tak ada? Bahkan, ia pun mencari ke kolong meja karena siapa tahu disembunyikan di sana! Namun, lagi dan lagi secangkir teh manis itu tetap tak ada. 

Kemudian, Andi berdiri tepat menghadap ke jendela yang berada di ruang kantornya. Terlihat juga dadanya semakin nain turun saja lalu kedua bola matanya sangat fokus memandang keluar kantornya. Ia tampak melamun karena di pagi ini tak ada secangkir teh manis yang dulu selalu disediakan oleh Ami. Namun sekarang, malah memunculkan kegalauan mendalam yang melanda hatinya. 

Jauh di lubuk hatiku 

Masih terukir namamu 

Ia pun termenung ketika lagu dari Naff itu selalu terngiang di telinganya. Lagu itu pun seperti menusuk-nusuk sanubarinya bahwa ada benarnya bahwa Ami itu masih terukir di hatinya. Namun, entahlah! Ia pun tak mengerti, kenapa Ami malah seperti menjauh darinya? Bahkan, ia pun tak pernah lagi mendengar sapaan atau kabar langsung dari Ami itu sendiri. 

Hal semacam itu menjadi salah satu kegalauan yang terus menyerang Andi. Bahkan, lelaki yang mempunyai rambut rapi itu seperti tak bersemangat lagi untuk bekerja. Kemudian, Andi pun berjalan ke arah kursi kerjanya dan di sana pun ia malah seperti orang yang linglung. Pikirannya seperti kosong lalu tangan kanannya malah bermain-main dengan pulpen yang tergeletak di meja kerjanya. 

Ia pun selalu menghitung waktu yang terus-menerus tanpa kehadiran Ami. Bahkan sudah tiga tahun lamanya, ia masih saja mengingat wanita yang dulu selalu ada untuknya. Kadang juga, ia pun merasakan kesalahan yang mendalam karena sewaktu itu malah menuruti kemauan orang tua. Sampai akhirnya, sekarang ini, ia hanya bisa menahan cinta yang terus-menerus ingin dicurahkan kepada Ami. 

Andi bingung! Andi marah! Andi kesal! Semua rasa itu sering dirasakan oleh lelaki yang berumur 26 tahun itu. Namun, ia sendiri tak tahu harus menyalahkan siapa? Ia tak tahu harus mencurahkan kekesalan ini kepada siapa? 

Sewaktu di kantor, seharusnya momen seperti ini yang ia tunggu karena bisa bertemu dengan Ami. Namun sekarang, Ami sudah tinggal jauh dan tak tahu entah di mana wanita yang dicintainya itu. Kadang juga, ia dikuatkan oleh sahabatnya agar tetap sabar. Namun, harus sampai kapan sabar itu bisa berubah menjadi sebuah kebahagiaan? Kadang juga, Andi malah menjadi seseorang yang pendiam dan malas berbicara jikalau tak penting-penting amat. 

Hari ini, sudah tepat tiga tahun, Andi tak bertemu dengan Ami. Bahkan, secangkir teh manis yang dulu selalu menemani ia bekerja pun tak pernah dirasakan lagi. Ia merasakan salah satu cintanya hilang. Bahkan, cinta yang hilang itu sangat sulit digantikan oleh apa pun! Kemudian, sahabatnya juga selalu tak lepas dari kata-kata, semangat untuk Andi. Namun, lelaki yang berparas ganteng itu selalu ingin menyendiri dan tak mendengarkan sahabatnya yang selalu menyemangatinya itu. 

Ia berpikir, apalah arti semangat kalau wanita yang ia cintainya menghilang? Ia berpikir, tak ada semangat kalau cinta yang pernah mengisi hatinya itu pergi! Sampai, ia pun terus berharap bahwa secangkir teh manis itu bisa ada lagi di meja kerjanya.[]


2022

Komentar

Tulisan Favorit Pembaca

Mengenal Tari Topeng Cirebon, Sejarah, Jenis, dan Filosofi yang Terkandung dari Keindahannya, Silakan Disimak!

5 Cakupan Tindak KDRT dan Akibat yang Bisa Terjadi, Pasutri Wajib Tahu!

Mari Berkenalan dengan Gurita Teleskop, Penghuni Laut Dalam!

Kue Kontol Sapi, Makanan Unik Khas Cilegon

Batu Hitam yang Terluka