Postingan Terbaru

Proses Sosial dan Kecintaan yang Tak Pernah Bertahta!

Gambar
Ilustrasi | Pexels.com/Rakicevic Nenad Paling simpel dari pemahaman proses sosial ini ialah cara kita ketika berinteraksi dengan orang lain, baik itu keluarga, teman, ataupun kolega. Nah, hal semacam itu pun bisa termasuk ke dalam kehidupan sehari-hari yang seringkali kita terjebak dalam rutinitas yang monoton. Namun dalam hal itu, ada yang namanya proses kecintaan yang bisa berkesinambungan dengan proses sosial untuk membangun hubungan yang sehat dan bahagia. Proses sosial pun bisa menjadi salah satu proses yang terus berlangsung dan berkembang seiringnya waktu. Oleh karena itu, proses sosial ini jangan sampai dilupakan karena di sini bukan hanya untuk berinteraksi maupun berbicara saja, tapi juga tentang mendengarkan, memahami, dan menghargai orang lain. Kemudian, ada satu kata yang menarik di sini ialah kecintaan yang di mana dalam sisi lain ialah perasaan yang sangat kuat dan mendalam yang kita rasakan terhadap seseorang ataupun sesuatu. Hal semacam itu pun bisa termasuk ke ...

Menyelisik Sejarah Dodol Garut dan Varian yang Paling Diminatinya, Silakan Simak!

Menyelisik Sejarah Dodol Garut dan Varian yang Paling Diminatinya, Silakan Simak!
Dodol Garut | Instagram @snack_foodies

Mungkin, banyak orang yang menilai bahwa Indonesia ini terkenal juga dengan ragam kulinernya. Oleh karena itu, rasanya setiap daerah memiliki makanan khas atau tradisional sendirinya. 

Dalam hal semacam itu, tentu salah satu daerah yang terletak di Jawa Barat, yakni Garut pun mempunyai makanan khasnya. Kemudian, makanan apa, sih? Ya, makanan itu ialah dodol atau sering disebut juga dengan dodol Garut. 

Mungkin, banyak orang juga sudah mengetahui apa itu dodol Garut dan sebaliknya. Oleh karena itu, dodol Garut merupakan salah satu komoditas yang telah mengangkat citra Kabupaten Garut sebagai penghasil dodol yang berkualitas jempolan. 

Kemudian, lebih detailnya ialah dodol yang berkualitas jempolan itu masuk ke dalam dodol yang beraneka ragam jenisnya. Hal semacam itu pun jadi menyebabkan dodol Garut ini dikenal luas, karena rasanya yang khas dan kelenturannya yang berbeda dari produk yang sejenis dari daerah lain. 

Kemudian, dikutip dari laman Pemerintah Kabupaten Garut bahwa industri ini pun berkembang sejak tahun 1926 oleh seorang pengusaha yang bernama Ibu Karsinah. 



Sewaktu itu, Ibu Karsinah membuat dodol dengan proses yang sangat sederhana dan terus berkembang hingga saat ini. Bahkan, hal semacam itu pun disebabkan karena ada beberapa poin penting, yakni sebagai berikut: 

  1. Memiliki cita rasa yang berbeda dan mampu bersaing dengan jenis dodol yang berasal dari daerah lain; 
  2. Harganya terjangkau dan merupakan makanan yang sangat digemari oleh masyarakat; 
  3. Proses pembuatannya sangat sederhana dan bahan bakunya mudah diperoleh; 
  4. Tidak menggunakan bahan pengawet dan tambahan bahan makanan yang bersifat sintetis; 
  5. Memiliki daya tahan cukup lama (3bulan). 

Kemudian, komoditi ini pun mudah dikembangkan dengan cara memodifikasi dari segi bahan baku utamanya, yaitu bisa menggunakan waluh, kentang, kacang, pepaya, nanas, sirsak, dan lain-lain. 

Namun, dikutip juga dari laman Kemdikbud ialah dari semua varian dodol yang tumbuh dan berkembang di kalangan masyarakat Garut, dodol tradisional berbahan ketanlah yang paling banyak diminati dan ditemui. 

Kemudian, cara pembuatannya pun diawali dengan pendidihan adonan beberapa bahan hingga kental dan berminyak, yaitu tepung beras ketan yang ditumbuk atau digiling halus; gula merah dari aren atau gula kelapa yang berwarna kuning kecokelatan. 



Setelah itu, pakai gula putih yang apabila dicampurkan dengan gula merah dapat memberikan tekstur, warna, dan rasa dodol menjadi cokelat kehitaman. 

Terakhir, Santan kelapa yang mengandung lemak, air, protein, serta karbohidrat guna memberikan rasa lezat dan gurih. Kemudian, proses pendidihan itu pun memerlukan waktu sekitar tujuh atau delapan jam agar adonan menjadi kental, berminyak, dan tidak lengket. 

Namun, salah satu yang harus diingat dan diperhatikan itu ialah selama masa pemanasan adonan itu harus diaduk terus-menerus guna mencegah terjadinya pengendapan. 

Dengan demikian, bisa memudahkan untuk mengantarkan panas dan menghindari adonan menjadi hangus. Jika, telah dingin maka adonan pun akan menjadi padat, kenyal, dan dapat diiris.(*)

Komentar

Tulisan Favorit Pembaca

Mengenal Tari Topeng Cirebon, Sejarah, Jenis, dan Filosofi yang Terkandung dari Keindahannya, Silakan Disimak!

5 Cakupan Tindak KDRT dan Akibat yang Bisa Terjadi, Pasutri Wajib Tahu!

Mari Berkenalan dengan Gurita Teleskop, Penghuni Laut Dalam!

Kue Kontol Sapi, Makanan Unik Khas Cilegon

Batu Hitam yang Terluka