Postingan Terbaru

Proses Sosial dan Kecintaan yang Tak Pernah Bertahta!

Gambar
Ilustrasi | Pexels.com/Rakicevic Nenad Paling simpel dari pemahaman proses sosial ini ialah cara kita ketika berinteraksi dengan orang lain, baik itu keluarga, teman, ataupun kolega. Nah, hal semacam itu pun bisa termasuk ke dalam kehidupan sehari-hari yang seringkali kita terjebak dalam rutinitas yang monoton. Namun dalam hal itu, ada yang namanya proses kecintaan yang bisa berkesinambungan dengan proses sosial untuk membangun hubungan yang sehat dan bahagia. Proses sosial pun bisa menjadi salah satu proses yang terus berlangsung dan berkembang seiringnya waktu. Oleh karena itu, proses sosial ini jangan sampai dilupakan karena di sini bukan hanya untuk berinteraksi maupun berbicara saja, tapi juga tentang mendengarkan, memahami, dan menghargai orang lain. Kemudian, ada satu kata yang menarik di sini ialah kecintaan yang di mana dalam sisi lain ialah perasaan yang sangat kuat dan mendalam yang kita rasakan terhadap seseorang ataupun sesuatu. Hal semacam itu pun bisa termasuk ke ...

Tertanam Luka pada Apel Merah


Apel merah. Apel yang dulu menjadi saksi cinta kita itu sekarang sudah penuh luka. Luka yang menganga sehingga sangat sulit untuk disembuhkan dan semua itu sudah tertanam dalam balutan kesedihan yang mendalam.

Apakah hal yang namanya kecewa dan sedih itu bisa terhapus begitu saja? Apel merah menjadi bukti bahwa semua rasa yang ada dalam benak ini benar-benar tertanam. Kemudian, aku merasakan bahwa apel merah yang dulu kau sukai ini menjadi sangat buruk dan tak lagi mempesona.

Aku merasakan bahwa hal yang dinamakan cinta itu terasa dalam di benak ini! Namun, luka yang tertanam pada apel merah itu menjadikan suasana cinta menjadi rumit. Aku menyadari bahwa cinta adalah suatu pengorbanan, tapi pengorbanan itu bisa saja kalah oleh apel-apel lain yang sangat segar.

Entah, karena apa? Aku masih saja sulit untuk melepaskan apel yang berada di dalam pikiran. Aku kalah! Aku tak bisa apa-apa! Aku pun hanya bisa mengeja namamu dari balik luka yang tertanam pada apel merah itu.

Sungguh, sangat sulit untuk dibayangkan sebelumnya! Kenapa apel yang dulu kau berikan itu masih saja aku simpan. Aku kurang mengerti dengan semua itu, tapi hati malah bisa berkata lain. Entahlah!

Dalam bayang-bayang sunyi, aku merasakan kembali luka yang tertanam pada apel itu. Ya, luka yang pernah kita lakukan. Dan aku pun lebih menyukai pakai kata 'kita' daripada 'aku' karena luka itu adalah luka yang pernah kita lakukan. 

Sampai saat ini, apel merah itu menjadikan sebuah kenangan yang penuh luka. Ya, aku pergi tanpa kata, sedangkan kau pergi dengan memilih tempat yang baru. Aku terlena hingga terluka sampai apel merah itu semakin nyala berwarna darah yang mengalir dari luka ini.(*)


2024

Komentar

Tulisan Favorit Pembaca

Mengenal Tari Topeng Cirebon, Sejarah, Jenis, dan Filosofi yang Terkandung dari Keindahannya, Silakan Disimak!

5 Cakupan Tindak KDRT dan Akibat yang Bisa Terjadi, Pasutri Wajib Tahu!

Mari Berkenalan dengan Gurita Teleskop, Penghuni Laut Dalam!

Kue Kontol Sapi, Makanan Unik Khas Cilegon

Batu Hitam yang Terluka