Postingan Terbaru

Inilah Beberapa Manfaat Buah Kesemek untuk Kesehatan Tubuh, Nomor 4 Bagus untuk Wanita!

Gambar
Ilustrasi | Buah Kesemek/tanamanmart.com Kesemek atau biasa juga kita kenal dengan sebutan "apel jawa" atau "apel gunung" karena bentuk buahnya yang menyerupai apel dan tanamannya tumbuh banyak di daerah Pulau Jawa dan dataran tinggi. Kesemek ini walaupun rupa dan bentuknya seperti apel, tapi tekstur buah ini tidak keras dan rasanya berbeda dengan apel yang pada umumnya. Kemudian, kesemek pun memiliki nama ilmiah diospyros kaki yang berarti buah ini dihasilkan oleh sejenis tanaman marga diospyros. Jikalau menilik lebih dalam lagi bahwa buah ini terkenal dengan sebutan buah kaki, atau dalam kamus Inggris disebut juga oriental persimmon atau japanese persimmon. Lebih lanjut lagi kesemek atau yang biasa kita lihat bentuknya seperti tomat, lalu termasuk buah yang berasal dari Jepang dan Cina. Buah ini juga memiliki rasa manis yang ringan dan kaya akan sumber energi, khususnya dalam bentuk karbohidrat dengan jumlah serat yang baik, serta mengandung antioksidan bagi...

Tertanam Luka pada Apel Merah


Apel merah. Apel yang dulu menjadi saksi cinta kita itu sekarang sudah penuh luka. Luka yang menganga sehingga sangat sulit untuk disembuhkan dan semua itu sudah tertanam dalam balutan kesedihan yang mendalam.

Apakah hal yang namanya kecewa dan sedih itu bisa terhapus begitu saja? Apel merah menjadi bukti bahwa semua rasa yang ada dalam benak ini benar-benar tertanam. Kemudian, aku merasakan bahwa apel merah yang dulu kau sukai ini menjadi sangat buruk dan tak lagi mempesona.

Aku merasakan bahwa hal yang dinamakan cinta itu terasa dalam di benak ini! Namun, luka yang tertanam pada apel merah itu menjadikan suasana cinta menjadi rumit. Aku menyadari bahwa cinta adalah suatu pengorbanan, tapi pengorbanan itu bisa saja kalah oleh apel-apel lain yang sangat segar.

Entah, karena apa? Aku masih saja sulit untuk melepaskan apel yang berada di dalam pikiran. Aku kalah! Aku tak bisa apa-apa! Aku pun hanya bisa mengeja namamu dari balik luka yang tertanam pada apel merah itu.

Sungguh, sangat sulit untuk dibayangkan sebelumnya! Kenapa apel yang dulu kau berikan itu masih saja aku simpan. Aku kurang mengerti dengan semua itu, tapi hati malah bisa berkata lain. Entahlah!

Dalam bayang-bayang sunyi, aku merasakan kembali luka yang tertanam pada apel itu. Ya, luka yang pernah kita lakukan. Dan aku pun lebih menyukai pakai kata 'kita' daripada 'aku' karena luka itu adalah luka yang pernah kita lakukan. 

Sampai saat ini, apel merah itu menjadikan sebuah kenangan yang penuh luka. Ya, aku pergi tanpa kata, sedangkan kau pergi dengan memilih tempat yang baru. Aku terlena hingga terluka sampai apel merah itu semakin nyala berwarna darah yang mengalir dari luka ini.(*)


2024

Komentar

Tulisan Favorit Pembaca

Mengenal Tari Topeng Cirebon, Sejarah, Jenis, dan Filosofi yang Terkandung dari Keindahannya, Silakan Disimak!

5 Cakupan Tindak KDRT dan Akibat yang Bisa Terjadi, Pasutri Wajib Tahu!

Mari Berkenalan dengan Gurita Teleskop, Penghuni Laut Dalam!

Kue Kontol Sapi, Makanan Unik Khas Cilegon

Batu Hitam yang Terluka