Postingan Terbaru

Kupu-Kupu

Gambar
Ilustrasi | ‎Pexels.com/Quang Nguyen Vinh ‎kini, ‎toples berlapis emas ‎hanya jadi pajangan ‎yang tak terisi ‎oleh kupu-kupu ‎yang kudambakan ‎ ‎kini, ‎kupu-kupu itu selalu pergi ‎ketika hati ini mulai terbuka ‎untuk diisi oleh taman-taman keindahan ‎ ‎kini, ‎aku hanya bisa duduk ‎menunggu kupu-kupu itu ‎datang lalu hinggap ‎di bunga-bunga yang mekar ‎di taman hati ini ‎ ‎2026

Batu dan Tulisan Kerinduan yang Mendalam



Di tempat ini, aku menuliskan kembali tentangmu di batu yang kupahat secara sederhana. Perlahan-lahan, aku tulis namamu dengan iringan suasana yang begitu syahdu menyelimuti kalbu. 

Sungguh! Jikalau kau bisa melihat batu ini, mungkin akan meneteskan air mata lalu bertanya kepadaku ini, ini untuk apa? Kemudian, aku pun akan menjawab, inilah semua ungkapan rasa yang ada di dalam hatiku, aku pun mencintaimu! 

Namun, mana mungkin kau ingin melihat batu ini yang dipahat di atas kerinduan dan penuh cinta. Kau pergi! Kau menghilang! Kau pun tak pernah ada kabar lagi seperti tak mau mengenalku lagi! 

Di antara siang dan malam, tentu ada jarak yang harus ditempuh seperti membuat tulisan yang tertulis di batu ini! Aku capai! Namun, hanya dengan inilah aku bisa mengeluarkan semua rasa yang ada di dalam hati! 

Aku tuliskan dan berharap kau bisa membacanya. Aku pun menggambar dan berharap kau bisa melihatnya. Aku pun menunggu dan berharap kau membalasnya dengan pesan-pesan keindahan yang menusuk kalbu. 

Tak ada ingatan selain mengingatmu di kala rindu menyerang dalam jiwa. Aku tuliskan dengan penuh guratan-guratan yang khas di batu ini. Ya, batu yang pernah kita persiapan ketika dulu untuk saksi kebahagiaan cinta.

Namun sekarang, batu ini malah menjadi penuh kesedihan. Aku sedih di kala waktu terus menggoreng tubuh ini. Aku kecewa di kala suasana tak indah kembali untuk ditapaki. Kemudian, aku pun harus bagaimana?

Tak ada lagi perkataan selain mencurahkan semua isi hati ini. Aku ingin hidup ini sebagai kepingan-kepingan puzzle yang tersusun rapi hingga menciptakan bentuk keindahan. Aku tak ingin kehilanganmu di kala kepingan-kepingan puzzle itu mulai dibangun di halaman hati.

Apa kau tak mengingatku? Setidaknya mengobrol di kala waktu sudah menghitam atau di waktu senja mulai beranjak pergi. Aku berharap. Ya, penuh harap agar kau bisa kembali lagi menyapaku di kala kerinduan ini sudah menjadi gunung. 

Perjalanan pun terus berputar dan kau terus masuk ke dalam pikiran; bayanganmu cukup sulit untuk menghilang. Hmm. Apakah seperti ini yang dinamakan cinta?(*)


2025

Komentar

Tulisan Favorit Pembaca

Mengenal Tari Topeng Cirebon, Sejarah, Jenis, dan Filosofi yang Terkandung dari Keindahannya, Silakan Disimak!

5 Cakupan Tindak KDRT dan Akibat yang Bisa Terjadi, Pasutri Wajib Tahu!

Mari Berkenalan dengan Gurita Teleskop, Penghuni Laut Dalam!

Kue Kontol Sapi, Makanan Unik Khas Cilegon

Batu Hitam yang Terluka