Postingan Terbaru

Inilah

Gambar
Ilustrasi | Pexels.com/Engin Akyurt ini bukan tentang air mata  tapi tentang 1+1=2  2+2=4 dan kurang dari 3 yang  selalu ada untukmu  dari pikiran yang teringat ini jika 4+4=8, maka itulah  gambaran pikiran yang  terus mengingatmu tanpa  ada ujungnya  jika 2-1 menjadi satu  maka itulah gambaran rasa  yang hanya satu-satunya  untukmu; untuk hatimu namun, sekali lagi inilah tentang  kurang dari tiga yang aku  persembahkan untukmu  2025

KEHILANGAN

KEHILANGAN

Saban hari, rasa selalu tak pernah merosot dari indahnya kenangan. Tak mampu diri ini menenggelamkan semua butiran cinta yang pernah diciptakan. Entah, harus seperti apa jiwa ini jadinya? Merenung tak mungkin harus diwujudkan. Lihatlah! Engkau berhasil mengepakkan sayap untuk merasuki ke dalam hati ini.


Sadar, kita tak seindah tendangan pisang yang menghujam gawang. Kita tak seindah tendangan panenka yang membobol gawang. Kita hanya butiran pasir yang hancur ketika diterjang kegalauan. Mungkin saja, rasa akan merangkak naik kembali menuju puncaknya. Namun, rasa yang terkandung akan berbeda selamanya. 


Goresan tinta emas menjadikan sebuah kepalsuan, kehinaan, kekecewaan, dan kesakitan. Lihatlah duhai sang bidadari! Tak mungkin diri ini menggapai bintang, tanpa dorongan engkau. Harus teringat, saban waktu engkaulah yang menjadi ujung tombak penyemangat hidup. 


Sekarang, sungguh tampak kegalauan ini. Saban hari, bayangan engkau berputar tanpa berhenti, diri ini kacau, goyah, dan kehilangan. Tak mungkin, mulut ini berteriak, berbicara asal saja. Sebatas kenangan, tak akan menjadikan lupa dengan bintang yang telah bersinar. Engkau pergi tanpa pamit; kenangannya masih terasa di dalam hati.[]


15/05/20

Komentar

Tulisan Favorit Pembaca

Mengenal Tari Topeng Cirebon, Sejarah, Jenis, dan Filosofi yang Terkandung dari Keindahannya, Silakan Disimak!

5 Cakupan Tindak KDRT dan Akibat yang Bisa Terjadi, Pasutri Wajib Tahu!

Mari Berkenalan dengan Gurita Teleskop, Penghuni Laut Dalam!

Kue Kontol Sapi, Makanan Unik Khas Cilegon

Batu Hitam yang Terluka