Postingan Terbaru

Inilah

Gambar
Ilustrasi | Pexels.com/Engin Akyurt ini bukan tentang air mata  tapi tentang 1+1=2  2+2=4 dan kurang dari 3 yang  selalu ada untukmu  dari pikiran yang teringat ini jika 4+4=8, maka itulah  gambaran pikiran yang  terus mengingatmu tanpa  ada ujungnya  jika 2-1 menjadi satu  maka itulah gambaran rasa  yang hanya satu-satunya  untukmu; untuk hatimu namun, sekali lagi inilah tentang  kurang dari tiga yang aku  persembahkan untukmu  2025

Ada Bintang di Matamu



Ada bintang di matamu, kataku pelan yang kemudian kamu pun tersipu malu. Entahlah! Kenapa ucapan seperti itu malah keluar dari mulut ini. Namun, harus bisa dipahami bahwa bintang itu benar-benar terlihat ada di matamu. Sampai, aku sendiri sangat senang untuk terus-menerus melihat dirimu dengan mata telanjang ini.

Oh, duhai! Mengapa dirimu ini selalu merasuki pikiranku di kala galau di malam hari. Aku sendiri sangat sulit untuk melukiskan atau menggambarkan apakah seperti ini cinta? Ataupun semua yang aku pikirkan ini hanyalah semu semata? Oh, duhai! Malam semakin malam saja sehingga suasana pun cukup hening. Namun, pikiranku masih saja bergelut saja dengan dirimu.

Saban malam, aku sendiri melihat ada bintang di kedua matamu. Ya, semua itu sangat indah sehingga diri ini cukup menyadari bahwa cinta bisa mengubah segala apa pun. Ya, mungkin kata orang-orang bahwa seseorang yang sedang jatuh cinta maka semua kata ataupun benda bisa menjadi salah satu syair pujangga. Hal semacam itulah yang sedang aku rasakan ini, oh, duhai! 



Apakah dirimu mengerti kenapa bintang itu menempel di matamu? Pertanyaan semacam itu menjadi yang paling aku tekankan ketika kamu dan aku saling beradu mata. Namun, hal-hal semacam itu pun menjadikan dirimu hanya bisa menunduk lesu dan tak mampu untuk menjawab pertanyaan yang menurut aku ringan itu. 

Oh, duhai! Bintang itu menempel di matamu karena hanya dirimulah yang pantas untuk menerima bintang, kataku yang sewaktu itu berhadapan denganmu. Namun, lagi dan lagi kamu hanya bertanya, apakah benar? Kemudian, kenapa hanya aku saja yang pantas? Pertanyaan-pertanyaan semacam itu pun menjadi serangan balik untuk diriku yang terus-menerus memikirkan dirimu. 

Pernahkah kamu sadar bahwa bintang itu sering disematkan kepada orang-orang yang terpilih? Pernahkah kamu berpikir seperti itu? Aku pun malah bertanya balik sehingga kamu hanya memberikan senyum yang menawan. Oh, duhai! Senyummu itu bagaikan salju yang dingin sehingga masuk ke pori-pori tubuh, sampai menusuk tulang dan entahlah karena sangat sulit digambarkan oleh apa pun. 

Aku menyadari bahwa malamlah yang menjadikan diriku selalu memikirkan dirimu! Aku paham bahwa cinta itu bisa memengaruhi kehidupan! Namun, aku masih untung karena bisa mengenal dan memilikimu yang menjadikan kehidupan ini serasa berguna. Kemudian, malam ini pun aku merenung di kala sunyi dan berdoa di kala orang-orang lain sudah tak terjaga, semoga kita ini menjadi manusia yang saling melengkapi![]


13/08/22

Komentar

Tulisan Favorit Pembaca

Mengenal Tari Topeng Cirebon, Sejarah, Jenis, dan Filosofi yang Terkandung dari Keindahannya, Silakan Disimak!

5 Cakupan Tindak KDRT dan Akibat yang Bisa Terjadi, Pasutri Wajib Tahu!

Mari Berkenalan dengan Gurita Teleskop, Penghuni Laut Dalam!

Kue Kontol Sapi, Makanan Unik Khas Cilegon

Batu Hitam yang Terluka