Postingan Terbaru

Di Malam Ini

Gambar
Ilustrasi | Pexels.com/Padli Pradana Izinkanlah kupeluk namamu di antara bulan yang masih menggantung di langit sampai aku merasa penuh warna. Kemudian, izinkanlah kugenggam suaramu dalam alunan bait-bait yang merdu meresap ke dalam kalbu ini. "Semuanya akan seperti bintang yang jatuh ke tanganmu," ucapmu di kala kita duduk di waktu malam. Aku mengerutkan kening ketika kalimat itu terdengar dan tenggorokan ini pun malah seperti ada yang mengganjal. "Kenapa?" tanyamu terasa kebingungan, "ada masalah, kah?" lanjutmu sambil menatapku. Di sini, aku seperti menanamkan luka di kala kau terus-menerus mengeluarkan kata yang sulit dipahami secara seksama. Aku menggeleng-gelengkan kepala, sedangkan kau malah melemparkan senyum yang menghujam dalam dada. "Kenapa diam aja, sih?"—kau pun memegang tangan  ini—"kalau ada apa-apa, bilang saja!" tegasmu. Kalimat itu seperti hujan di tanah tandus membangkitkan harapan untuk subur kembali. Aku terd...

Kata-Kata yang Keluar dari Kepala

Kata-Kata yang Keluar dari Kepala


Ketika kepalamu mengeluarkan kata-kata, saya mendadak terdiam untuk memperhatikan semua itu. Kau pun tampak kesakitan, sedangkan saya masih menatap tajam setiap inci kata-kata yang keluar dari kepalamu. Kata-kata itu pun ada yang berdarah, ada yang kesakitan, ada yang menjerit, dan ada juga yang berlari agar bisa lepas dari semua beban dirimu.

Kata-kata itu ada yang berloncat-loncat karena mungkin saja mereka bahagia bisa keluar dari kepalamu. Kemudian, kau pun tak bisa apa-apa lagi! Bahkan, sekadar untuk berbicara pun kau tampak sulit seperti ada batu yang mengganjal di tenggorokanmu. Saya masih menikmati momen-momen yang menurut batin ini, semua momen yang menyerang dirimu itu pun sangat pantas didapatkan. Saya pun dengan santainya berkata, "Biarin sajalah, biar dirimu merasakan efeknya!"

Banyak orang juga yang berpendapat sama halnya dengan yang saya katakan karena mungkin juga mereka sudah muak dengan kelakuan dirimu. Kelakuan yang sudah tak bisa dimaafkan lagi, salah satunya adalah berkata kasar yang mengakibatkan masalah mudah datang. Oleh karena itu, banyak orang juga yang turut bahagia atas keluarnya kata-kata yang ada di dalam kepalamu.

Kau berteriak yang mungkin saja merasa kesakitan lalu tak bisa terdiam sehingga barang-barang yang ada di dekatmu pun berantakan. Entahlah! Saya pun malah tak merasa tertarik dengan apa yang kau tampilkan itu karena mungkin saja semua itu adalah efek dari kelakuan dirimu. Kemudian, banyak orang juga yang memperhatikan dirimu dengan mata yang telanjang dari jarak sekitaran dua meter dan tubuhnya pun tampak berdiri.

"Itu kenapa?" tanya seorang lelaki yang berkumis tipis. 

"Mungkin itu efek kelakuannya," jawab saya dengan santai. 

Seorang lelaki itu pun langsung terdiam, sedangkan saya masih saja melihat dirimu yang sudah seperti kincir angin; berputar-putar.

Kejadian seperti itu pun menjadi salah satu pemandangan yang pertama saya lihat. Di mana kejadian yang mungkin saja bisa membuatmu tobat itu berhasil menyerang kepala. Kemudian, kau pun tak bisa lagi untuk melawannya dan di situ pun bisa menjadi salah satu pembelajaran untuk dirimu. Tak sampai situ saja! Namun, saya sendiri melihat dirimu seperti itu, rasanya sangat ngeri yang mana kau berteriak-teriak sambil kedua tangan memegang kepala. Kemudian, kepalamu itu terlihat mau pecah akibat ulah dirimu juga yang sering berkata-kata kasar kepada orang lain![]


2022

Komentar

Tulisan Favorit Pembaca

Mengenal Tari Topeng Cirebon, Sejarah, Jenis, dan Filosofi yang Terkandung dari Keindahannya, Silakan Disimak!

5 Cakupan Tindak KDRT dan Akibat yang Bisa Terjadi, Pasutri Wajib Tahu!

Mari Berkenalan dengan Gurita Teleskop, Penghuni Laut Dalam!

Kue Kontol Sapi, Makanan Unik Khas Cilegon

Batu Hitam yang Terluka