Inilah
; Bunga-Bunga Tidur
Mike terkejut ketika malam rintik hujan ia memimpikan seorang kakek yang berbicara, jagalah putriku! Kemudian, dada Mike pun semakin naik turun saja, sedangkan wajahnya tampak berkeriat. Mike pun merasakan bahwa mimpi itu terasa nyata dan hinggap dalam jiwanya.
Dalam mimpi itu Mike bertemu dengan seorang kakek lalu berdialog bahwa ia harus tanggung jawab. Kemudian, Mike mengerutkan kening tanda bingung karena harus tanggung jawab apa, sedangkan ia tak pernah melakukan apa-apa dengan wanita.
Namun, dalam dialog dua arah itu pun Mike bertanya, tanggung jawab apa? Kemudian, si kakek pun menjawab, jagalah putriku! Dalam kegelapan malam, Mike langsung terbangun lalu merenungi serta mencoba untuk menafsirkan mimpi itu.
Jagalah putriku, kata Mike pelan sambil pikirannya berputar untuk berpikir. Mike benar-benar mematung di ranjang kamarnya. Mike terbenam dalam sebuah tanda tanya yang besar karena ia pun begitu tak mengerti dengan mimpinya.
Setelah beberapa menit Mike berpikir, akhirnya ia mendapatkan sebuah tafsiran bahwa mimpi itu bisa jadi mengarah kepada Sinta. Namun, tafsiran semacam itu barulah awal dari pemikiran yang terasa rumit, karena ia pun benar-benar belum mengetahui, apakah Sinta mempunyai kakek yang sudah tiada?
Mike pun berdiri lalu melangkahkan kaki untuk melihat jam dan di sana terpangpanglah pukul 12 malam. Kemudian, ia pun menggeleng-gelengkan kepala karena sudah tak mungkin kalau menanyakan hal penting kepada Sinta di tengah malam. Mike menepuk jidat dan merasa pikirannya tambah ruwet saja memikirkan mimpi yang barusan terjadi.
Ah, mana mungkin semua ini adalah tanda, kata Mike sambil tangan kanannya menggaruk-garuk kepala yang tak gatal. Kemudian dalam keheningan suasana kamar, ia mengambil ponsel lalu mencari informasi yang membahas tafsiran sebuah mimpi itu.
Mike pun bertanya-tanya lewat media sosial, tapi semua jawaban yang ia harapkan pun belum muncul-muncul. Kemudian, ia kembali bertanya dalam hatinya, apakah mimpi ini sebuah isyarat restu dari orang tua untuk cintanya? Bahkan, Mike sampai berdiri lalu berjalan ke sana-kemari seperti setrikaan ketika memikirkan semua itu.
Di dalam kamar, Mike sangat menyadari bahwa menafsirkan mimpi itu terasa sulit karena bisa saja bisa multitafsir. Oleh karena itu, ia sangat sulit untuk mempercayai semua jawaban yang tertera di dalam media sosial terkait semua itu. Ia pun menarik napas panjang lalu mengeluarkan secara perlahan-lahan, sedangkan tangan kanannya malah memegang jidat tanda sangat bingung.
***
Dalam kegelapan malam, Mike terpaku di sudut kota yang dipenuhi lampu-lampu kendaraan. Mike pun mematung di pinggir jalan dengan pikiran yang melayang-melayang. Bahkan, kedua matanya pun semakin menyapu setiap orang-orang yang berada di depannya.
Malam pun semakin merangkak naik saja lalu bulan tampak sempurna terlihat oleh Mike, sedangkan si manusia kayu malah menggeleng-gelengkan kepala tanda sedang berpikir. Mike bertanya, apakah malam ini akan terasa indah selalu? Kemudian, Andi malah memalingkan wajah tanda masih terus berpikir.
"Kenapa diam saja, lu?" tanya Mike sambil melihat kendaraan yang berlalu-lalang.
Andi pun mengerutkan kening lagi lalu menatap wajah Mike dengan tatapan yang tampak kosong.
"Kenapa menatap gue seperti itu?" tanya Mike sambil menatap tajam kembali.
"Hmmm."
Mike pun menggeleng-gelengkan kepala lalu ia malah seperti orang yang kebingungan. Dalam kegelapan malam yang terasa ramai, Mike merasakan ada yang hilang, yaitu semangat Andi tak terlihat lagi.
Hal-hal itu malah menjadi problema yang menusuk dalam hati Mike, lalu pikirannya malah tambah ruwet karena semangat Andi pun tak terlihat lagi.
"Di, ayo semangat lagi, dong!" Mike pun mencoba untuk mengajak sahabatnya itu semangat lagi.
"Hmmm." Andi pun hanya bisa berdeham.
"Ayo, bicara! Ada apa denganmu?" tanya Mike lagi.
"Aku lagi bingung, Mike," jawab Andi pelan dengan tangan kanan menggaruk-garuk kepala yang tak gatal.
"Bingung?"–Andi pun membenarkan posisi duduknya–"tumben lu, bingung?" tambah Mike.
"Entahlah," kata Andi lalu menunduk.
Mike pun menahan saliva lalu berpikir panjang karena ia juga ingin sekali bercerita tentang mimpinya. Namun, ia pun hanya bisa menahan rasa ketika melihat Andi seperti itu. Mike tak tega untuk bercerita. Bahkan, Mike pun tak tega lagi untuk menambah beban Andi kalau nantinya ia berhasil bercerita.
Dalam bayang-bayang kehidupan, Mike terpaku lagi di pinggir jalan dengan pakaian yang sudah lusuh. Bahkan, ia sendiri sulit untuk mendeskripsikan tentang hidup ataupun kehidupan yang tampak menyerang jiwanya. Ia tenggelam dalam malam. Ia tenggelam dalam mimpi-mimpi yang sulit untuk ditafsirkan.
Mimpi kemarin yang menghujam pikiran membuat Mike malah sering termenung. Kemudian, hal semacam itu pun malah menjadi racun yang nyata dalam kehidupannya. Mimpi-mimpi itu menjadikan Mike selalu bertanya-tanya tentang tafsirannya yang masih sulit untuk ditemukan.
....
Komentar
Posting Komentar