Postingan Terbaru

Proses Sosial dan Kecintaan yang Tak Pernah Bertahta!

Gambar
Ilustrasi | Pexels.com/Rakicevic Nenad Paling simpel dari pemahaman proses sosial ini ialah cara kita ketika berinteraksi dengan orang lain, baik itu keluarga, teman, ataupun kolega. Nah, hal semacam itu pun bisa termasuk ke dalam kehidupan sehari-hari yang seringkali kita terjebak dalam rutinitas yang monoton. Namun dalam hal itu, ada yang namanya proses kecintaan yang bisa berkesinambungan dengan proses sosial untuk membangun hubungan yang sehat dan bahagia. Proses sosial pun bisa menjadi salah satu proses yang terus berlangsung dan berkembang seiringnya waktu. Oleh karena itu, proses sosial ini jangan sampai dilupakan karena di sini bukan hanya untuk berinteraksi maupun berbicara saja, tapi juga tentang mendengarkan, memahami, dan menghargai orang lain. Kemudian, ada satu kata yang menarik di sini ialah kecintaan yang di mana dalam sisi lain ialah perasaan yang sangat kuat dan mendalam yang kita rasakan terhadap seseorang ataupun sesuatu. Hal semacam itu pun bisa termasuk ke ...

Mengenal Kecap Khas Majalengka, Cocok untuk Buah Tangan, dan Dijamin Mantap!

Mengenal Kecap Khas Majalengka, Cocok untuk Buah Tangan dan Dijamin Mantap!
Foto: Pekerja Kecap Segi Tiga | Instagram@yoese_mariam

Majalengka tak hanya dikenal sebagai kota angin ataupun kota mangga saja! Akan tetapi, Majalengka pun dikenal juga sebagai penghasil kecap yang telah melegenda. 

Tidak hanya itu saja! Namun, kecap Majalengka ini mempunyai cita rasa yang khas. Bahkan, usianya pun telah puluhan tahun. Kemudian, kecap ini pun terkenal karena mempertahankan cara pembuatannya yang tradisional. 

Dalam hal semacam itu, tentu ada dua merek kecap yang melegenda di Majalengka. Kemudian, merek tersebut ialah cap Maja Menjangan (MM) dan Segi Tiga. 

Kedua merek kecap asli buatan Majalengka itu pun diproduksi secara rumahan. Bahkan, kecap merek Maja Menjangan (MM) merupakan kecap tertua di Majalengka. 

Hal itu pun tak lepas dari awal berdirinya dari sejak tahun 1940-an kecap ini sudah ada. Kemudian, seperti dilaporkan oleh laman resmi KSDAE bahwa melalui tangan H. Saad, kecap Maja Menjangan (MM) hingga kini masih bertahan dan disukai oleh banyak orang.



Sementara itu, kecap cap Segi Tiga mulai diproduksi pada 1958-an, sewaktu itu pun ada tiga orang pemrakarsa terciptanya kecap Segi Tiga. 

Ketiga orang itu ialah H. Lukman, Endek, dan Aman. Kemudian, dari tiga orang itu tercetus merek Segi Tiga. Oleh karena itu, dua merek kecap tersebut menawarkan rasa yang sama. 

Rasa yang sama itu di antaranya ada kecap asin, manis sedang, dan kecap manis. Pada tiga rasa itu pun cita rasa kedelai hitamnya benar-benar terasa. 

Selain rasa kedelai yang kental, kecap kedua merek tersebut pun bisa tahan lama. Bahkan, bisa bertahan sampai dua tahun. Padalah, dua merek kecap itu dibuat tanpa bahan pengawet. 


Kenapa kecap tersebut bisa bertahan lama? 


Kecap tersebut bisa bertahan lama karena sang produsen memiliki cara tradisional. Oleh karena itu, bahannya pun tidak mengandung bahan pengawet karena saat proses fermentasi, produsen memilih untuk mencampurkan garam dalam jumlah yang banyak pada olahan kecap tersebut. 

Oleh karena itu, garam dalam jumlah yang banyak saat fermentasi itu mampu menjadi bahan pengawet agar kecap tak mudah basi.

Maka dari itu, sudah bisa diketahui bahwa dalam proses pembuatan kedua merek kecap itu pun masih tradisional dan dilakukan secara manual. 



Tidak sampai situ saja! Akan tetapi, dalam proses memasaknya pun masih menggunakan kayu bakar. Begitu pun wadah tempat kecap yang telah jadi maupun saat penyaringan dan fermentasi. 

Dalam hal semacam itu wadah pun terbuat dari kayu jati yang dibentuk menyerupai ember. Sementara itu, untuk mengeringkan kedelai maka sinar mataharilah yang menjadi andalannya. 

Maka tak heran, cuaca pun menjadi sangat menentukan produksi kecap di Majalengka. Sebab, jikalau mendung atau hujan maka penjemuran kedelai akan memakan waktu yang panjang. 

Kemudian, kedua merek kecap itu bisa ditemui dengan mudah di sentra oleh-oleh atau pasar-pasar tradisional yang ada di Majalengka. 

Kedua merek kecap itu pun biasanya dikemas dengan botol berbagai ukuran, yakni ada yang isinya 140, 250, 300, 500, dan 600 mililiter (ml). 

Harga yang ditawarkannya pun bervariasi, hingga dimulai dari yang ukuran kecil dengan harga kurang lebih dari Rp4.000 sampai ukuran besar dengan harga kurang lebih Rp12.000 per botol. 

Oleh karena itu, kedua kecap itu bisa menjadi salah satu pilihan untuk buah tangan dari Majalengka yang bisa dibawa dan dinikmati bersama keluarga tercinta.(*)

Komentar

Tulisan Favorit Pembaca

Mengenal Tari Topeng Cirebon, Sejarah, Jenis, dan Filosofi yang Terkandung dari Keindahannya, Silakan Disimak!

5 Cakupan Tindak KDRT dan Akibat yang Bisa Terjadi, Pasutri Wajib Tahu!

Mari Berkenalan dengan Gurita Teleskop, Penghuni Laut Dalam!

Kue Kontol Sapi, Makanan Unik Khas Cilegon

Batu Hitam yang Terluka