Postingan Terbaru

Proses Sosial dan Kecintaan yang Tak Pernah Bertahta!

Gambar
Ilustrasi | Pexels.com/Rakicevic Nenad Paling simpel dari pemahaman proses sosial ini ialah cara kita ketika berinteraksi dengan orang lain, baik itu keluarga, teman, ataupun kolega. Nah, hal semacam itu pun bisa termasuk ke dalam kehidupan sehari-hari yang seringkali kita terjebak dalam rutinitas yang monoton. Namun dalam hal itu, ada yang namanya proses kecintaan yang bisa berkesinambungan dengan proses sosial untuk membangun hubungan yang sehat dan bahagia. Proses sosial pun bisa menjadi salah satu proses yang terus berlangsung dan berkembang seiringnya waktu. Oleh karena itu, proses sosial ini jangan sampai dilupakan karena di sini bukan hanya untuk berinteraksi maupun berbicara saja, tapi juga tentang mendengarkan, memahami, dan menghargai orang lain. Kemudian, ada satu kata yang menarik di sini ialah kecintaan yang di mana dalam sisi lain ialah perasaan yang sangat kuat dan mendalam yang kita rasakan terhadap seseorang ataupun sesuatu. Hal semacam itu pun bisa termasuk ke ...

Dalam Lamunan, Mengingatmu Kembali

Dalam Lamunan, Mengingatmu Kembali
Ilustrasi | Pexels.com/Mohamed Elqamhawi

Setelah kurang lebih enam hari, saya memegang kembali ponsel yang sebulan lalu sudah ditinggalkan. Kemudian, saya pun malah bertanya kepada diri ini, kenapa masih mengingat dirimu? Hal-hal yang mungkin saja tak bisa tergapai. 

Saya terdiam seperti angka enam lalu merenungkan apa yang terjadi ini! Bahkan, kehidupan yang dulu terasa indah bersamamu itu malah hilang—tak terasa lagi walau sedikit pun. Apakah saya ini harus marah kepada orang-orang yang menghalangi kita dulu? 

Dalam lamunan, ada hal yang patut kau ketahui! Saya masih di sini, saya masih di sini memandang langit yang mengharapkan lukisan indah itu bisa turun—dirimu. Namun, harapan itu tinggalah harapan yang mungkin saja akan menjadi gunung di dalam hati ini.

Saya berpikir kembali, apakah pernah kau sedikit pun merasa rindu? Kau sudah lama tak pernah lagi terlihat! Kau ini di mana? Sama siapa? Saya sangat merindukan hal-hal yang pernah kita lukiskan ketika dulu—keindahan. 

Jikalau semua ini hanyalah ilusi semata! Namun, kenapa bisa meresap ke dalam hati? Saya bertanya lagi kepada langit yang dilihat ini; saya bertanya lagi kepada alam yang terlihat ini. Kemudian, pertanyaan itu malah menjadi polusi yang menyakiti dalam hati ini.

Kehidupan pun berjalan, ya, kehidupan ini berjalan! Namun, semua itu terasa hambar—tak ada dirimu di sini—hingga saya seperti orang linglung saja. Kemudian, saya pun sudah pasrah karena mungkin saja kita tak akan bisa bertemu lagi.(*)


2023

Komentar

Tulisan Favorit Pembaca

Mengenal Tari Topeng Cirebon, Sejarah, Jenis, dan Filosofi yang Terkandung dari Keindahannya, Silakan Disimak!

5 Cakupan Tindak KDRT dan Akibat yang Bisa Terjadi, Pasutri Wajib Tahu!

Mari Berkenalan dengan Gurita Teleskop, Penghuni Laut Dalam!

Kue Kontol Sapi, Makanan Unik Khas Cilegon

Batu Hitam yang Terluka