Proses Sosial dan Kecintaan yang Tak Pernah Bertahta!
![]() |
| Ilustrasi | Pexels.com/Vika Glitter |
waktu malam yang
merangkak naik,
lelaki itu kembali lagi
ke rumah yang beralas kayu
dengan pembatas dari bambu
sambil menundukkan kepalanya
yang terlihat galau merana
kenapa kamu datang ke sini?
tanya lelaki tua berambut perak
yang sedang duduk di
kursi bambunya sambil
menikmati kopi hitam
dengan singkong gorengnya
aku tak tahu bah, kenapa bisa seperti ini,
kata lelaki berkemeja hitam
lalu mengusap air yang ada di wajahnya
kamu seperti tak baik-baik saja,
lelaki tua itu berkata dengan santainya
di kesunyian malam,
lelaki berkemeja hitam itu
duduk di samping abahnya
sambil mengerutkan kening
–bertanya-tanya di dalam hati
–hingga tiba-tiba saja ada air
yang keluar dari matanya
kamu menangis?
sontak saja lelaki tua itu bertanya
dengan wajah yang amat heran
lelaki yang suka memakai
kemeja hitam itu
malah terdiam dan sulit
untuk mengeluarkan satu kata pun
karena seperti ada yang
mengganjal di dalam hatinya
2025
Komentar
Posting Komentar