Postingan Terbaru

Proses Sosial dan Kecintaan yang Tak Pernah Bertahta!

Gambar
Ilustrasi | Pexels.com/Rakicevic Nenad Paling simpel dari pemahaman proses sosial ini ialah cara kita ketika berinteraksi dengan orang lain, baik itu keluarga, teman, ataupun kolega. Nah, hal semacam itu pun bisa termasuk ke dalam kehidupan sehari-hari yang seringkali kita terjebak dalam rutinitas yang monoton. Namun dalam hal itu, ada yang namanya proses kecintaan yang bisa berkesinambungan dengan proses sosial untuk membangun hubungan yang sehat dan bahagia. Proses sosial pun bisa menjadi salah satu proses yang terus berlangsung dan berkembang seiringnya waktu. Oleh karena itu, proses sosial ini jangan sampai dilupakan karena di sini bukan hanya untuk berinteraksi maupun berbicara saja, tapi juga tentang mendengarkan, memahami, dan menghargai orang lain. Kemudian, ada satu kata yang menarik di sini ialah kecintaan yang di mana dalam sisi lain ialah perasaan yang sangat kuat dan mendalam yang kita rasakan terhadap seseorang ataupun sesuatu. Hal semacam itu pun bisa termasuk ke ...

Ketika Sedih


"Apakah salah jikalau seorang lelaki itu menangis?" tanya saya ketika berduaan denganmu. 

"Semua itu tak ada yang salah," jawabmu yang terlihat santai banget.

Waktu senja pun sudah beranjak pulang, sedangkan langit sudah mulai menghitam. Kemudian, lampu-lampu taman pun sudah mulai bercahaya sehingga membuat indah ketika dipandang. Saya masih duduk di sebelahmu dengan tangan kanan memegang ponsel. Namun, kamu malah menatap saya dengan tatapan yang terlihat curiga. Entahlah! Apa yang sedang kamu pikirkan itu? 

Saya pun hanya bisa meraba-raba apa yang sedang kamu pikiran itu, sedangkan kesedihan ini malah semakin terasa di dalam dada dan saya pun merasakan bahwa dunia ini seperti tak adil. Entahlah! Rasa semacam apa yang sedang saya rasakan itu? Kemudian, batin ini mencoba untuk tetap tegar walaupun guncangan yang saya dapatkan itu sangat besar. Namun, ya, seperti inilah kehidupan itu harus tetap dijalani walaupun semua itu tak sesuai dengan yang diharapkan!

"Kenapa memposisikan kepala mendongak seperti itu?" tanya seorang wanita yang ada di samping ini.


 

Jujur saja, saya malu untuk menjawab dengan jawaban jujur. Kemudian, saya pun hanya terdiam saja untuk menahan rasa kesedihan ini agar tak keluar dari mata. 

Langit semakin indah saja ketika dipandang, sedangkan taman ini semakin nyaman saja ketika malam sudah tiba. Ya, banyak orang-orang yang bermain; melepas penat bersama keluarga ataupun pacarnya ke taman ini! Taman ini menjadikan saya jatuh cinta kepada keindahan-keindahan yang terdapat di dalamnya.

"Aku memperhatikan dari tadi, kepalamu hanya mendongak, menurun, mendongak, menurun. Ada apa, sih?" Seorang wanita yang ada di samping pun terlihat sangat penasaran.



Saya pun belum tertarik untuk menceritakan semua yang ada di dalam hati ini! Saya pun sangat malu kalau menceritakan bahwa lelaki yang ada di sampingnya itu ingin menangis! Saya hanya bisa menahan apa yang sedang dirasakan ini! Saya pun hanya bisa mendongak agar air mata ini tak jatuh hingga menciptakan danau di wajah!

Seorang wanita itu tiba-tiba malah berkata kembali, "Aku paham dengan apa yang sedang dirasakan olehmu itu!" 

Kedua bola mata ini malah memandang wanita itu dengan serius dan berharap bahwa wanita itu benar-benar mengerti dengan rasa yang sedang saya rasakan ini. Setelah itu, saya pun mengalihkan pandangan untuk menyapu setiap sudut taman. Ya, di sudut-sudut itu terlihat ada pancaran kebahagiaan dari orang-orang yang berkunjung ke taman dan semua itu pun sangat berbanding terbalik dengan batin ini; sedih![]


2022

Komentar

Tulisan Favorit Pembaca

Mengenal Tari Topeng Cirebon, Sejarah, Jenis, dan Filosofi yang Terkandung dari Keindahannya, Silakan Disimak!

5 Cakupan Tindak KDRT dan Akibat yang Bisa Terjadi, Pasutri Wajib Tahu!

Mari Berkenalan dengan Gurita Teleskop, Penghuni Laut Dalam!

Kue Kontol Sapi, Makanan Unik Khas Cilegon

Batu Hitam yang Terluka