Postingan Terbaru

Proses Sosial dan Kecintaan yang Tak Pernah Bertahta!

Gambar
Ilustrasi | Pexels.com/Rakicevic Nenad Paling simpel dari pemahaman proses sosial ini ialah cara kita ketika berinteraksi dengan orang lain, baik itu keluarga, teman, ataupun kolega. Nah, hal semacam itu pun bisa termasuk ke dalam kehidupan sehari-hari yang seringkali kita terjebak dalam rutinitas yang monoton. Namun dalam hal itu, ada yang namanya proses kecintaan yang bisa berkesinambungan dengan proses sosial untuk membangun hubungan yang sehat dan bahagia. Proses sosial pun bisa menjadi salah satu proses yang terus berlangsung dan berkembang seiringnya waktu. Oleh karena itu, proses sosial ini jangan sampai dilupakan karena di sini bukan hanya untuk berinteraksi maupun berbicara saja, tapi juga tentang mendengarkan, memahami, dan menghargai orang lain. Kemudian, ada satu kata yang menarik di sini ialah kecintaan yang di mana dalam sisi lain ialah perasaan yang sangat kuat dan mendalam yang kita rasakan terhadap seseorang ataupun sesuatu. Hal semacam itu pun bisa termasuk ke ...

Takut untuk Menulis? Inilah Tips-Tips bagi Penulis Pemula, Dijamin Mudah Dilakukan!

Takut untuk Menulis? Inilah Tips-Tips bagi Penulis Pemula, Dijamin Mudah Dilakukan!
Ilustrasi | Pexels.com/Ketut Subiyanto

Menulis bagi sebagian orang pun bisa untuk menghilangkan rasa galau atau sedih yang sedang melanda. Bahkan, menulis pun bisa menjadi salah satu terapi hati yang sedang kacau diterpa oleh badai kehidupan. 

Oleh karena itu, menulis pun banyak diambil oleh orang-orang untuk mencurahkan isi hatinya. Namun, harus bisa dipahami bahwa menulis yang baik pun ada cara-caranya dan tidak bisa berjalan dengan asal saja. 

Hal semacam ini bisa ditarik intinya bahwa menulis itu sangat bermanfaat untuk kehidupan. Kemudian, bagi beberapa penulis pun semua ini adalah hobi yang menyenangkan dan pelampiasan kreatif. 

Namun, mungkin saja akan berbeda dengan yang lainnya bahwa hal semacam ini adalah karir impian. Oleh karena itu, Anda pun bisa memulai dengan semua ini, tapi juga sedikit merasa takut sehingga bingung untuk memulai dari mana? Apa yang perlu dipelajari?

Ada hal hebat tentang menulis ini yang patut diketahui ialah bahwa di tahap mana pun Anda berada, maka Anda pun bisa terus mengembangkan keterampilan dan mengasah kemampuan dalam dunia tulis-menulis tersebut. 

Apa saja tips yang tepat untuk penulis pemula? Mengutip dari laman Daily Writing Tips bahwa tips yang tepat untuk penulis pemula itu, yakni sebagai berikut: 

1. Cobalah menulis dengan berbagai jenis tulisan 

Hal semacam ini bisa dipilih kalau ketika Anda baru memulai, sebab Anda pun mungkin tidak tahu apa yang ingin ditulis. Maka, langkah ini bisa dilakukan, yakni menulis dengan berbagai jenis tulisan. 



Sebagai seorang pemula maka Anda berada dalam posisi yang bagus untuk mencoba banyak jenis tulisan yang berbeda. Bahkan, hal semacam itu pun tak usah dianggap malu ketika mencoba menulis tulisan-tulisan yang baru dan berbeda. 

Jadi, cobalah Anda menulis berbagai genre dan gaya—Anda pun mungkin akan mengejutkan diri sendiri dengan apa yang Anda sukai. 

2. Perbanyak baca karya-karya penulis lain 

Hal semacam ini bisa dilakukan dengan membaca karya-karya orang lain yang telah terbit di media sosial, blog, media cetak, dan lainnya. 

Namun, harus bisa dipahami juga bahwa ada satu jebakan yang kadang-kadang dialami oleh penulis pemula, yakni mereka membaca dan membaca, lalu mencoba mempelajari semua yang perlu diketahui tentang menulis. 

Akan tetapi, mereka pun jadi tidak benar-benar ingin menulis. Maka dari itu, jangan terlalu asyik membaca; pastikan Anda pun menyisihkan waktu untuk mencoba latihan menulis. 

3. Terapkan untuk menulis secara teratur 

Menulis secara teratur pun bisa menjadi salah satu jalan untuk meminimalisir kehilangan momentum. Hal semacam ini pun bisa memakai jadwal yang sudah diniatkan, misalnya, jika Anda menyukai waktu malam untuk melatih menulis maka silakan lakukan dengan teratur di waktu malam tersebut. 

Kenapa hal semacam itu harus terjadi? Sebab, jika berminggu-minggu berlalu tanpa Anda menulis apa pun maka Anda akan kehilangan momentum untuk bisa menulis. 

4. Mulailah dengan proyek kecil 

Poin ini bisa menjadi vaksin untuk menulis karena sudah mempunyai niat, yakni menyelesaikan proyek kecil. Hal semacam ini pun bisa dilakukan dengan cara menulis, tapi belum bisa langsung untuk mampu meluncurkan novel. 



Oleh karena itu, proyek kecil atau pendek dalam hal ini ialah lebih baik untuk mengasah keterampilan menulis Anda pada proyek semacam cerita pendek, fiksimini, dan lainnya. 

5. Gunakanlah kata-kata yang jelas dan langsung 

Dalam hal semacam ini, mungkin penggemar sering ada yang menyukai kata-kata yang berat. Namun, Anda pun harus bisa menyadari bahwa kata-kata yang berat itu tak selalu bagus jikalau penerapannya tidak maksimal. 

Maka dari itu, alangkah lebih baiknya menggunakan kata-kata yang jelas dan langsung masuk ke dalam hati para pembaca. Kenapa bisa seperti itu? Sebab, terkadang juga kata-kata yang tepat dan teknis adalah pilihan terbaik meskipun itu bukan yang paling sederhana. 

Satu lagi yang harus bisa diingat bahwa tak usah juga menggunakan frasa asing jikalau frasa lokal sudah mewakili. Sebab, proofreading dan editing sangat penting untuk menghasilkan prosa yang berkualitas.  

Nah, seperti itulah tips-tips yang bisa dilakukan oleh penulis pemula agar bisa berhasil dalam menciptakan karya yang indah untuk dibaca khalayak ramai. 

Dengan demikian, faktor utama dari semua itu ialah pemilihan kata per kata itu sangat penting jikalau sedang menulis, lalu bisa melakukan itu dengan proyek yang kecil dulu; cerita pendek; fiksimini; artikel pendek agar bisa terbiasa dan bisa masuk ke fase selanjutnya, yakni menulis yang panjang; novel.(*)

Komentar

Tulisan Favorit Pembaca

Mengenal Tari Topeng Cirebon, Sejarah, Jenis, dan Filosofi yang Terkandung dari Keindahannya, Silakan Disimak!

5 Cakupan Tindak KDRT dan Akibat yang Bisa Terjadi, Pasutri Wajib Tahu!

Mari Berkenalan dengan Gurita Teleskop, Penghuni Laut Dalam!

Kue Kontol Sapi, Makanan Unik Khas Cilegon

Batu Hitam yang Terluka