Postingan Terbaru

Inilah Beberapa Manfaat Buah Kesemek untuk Kesehatan Tubuh, Nomor 4 Bagus untuk Wanita!

Gambar
Ilustrasi | Buah Kesemek/tanamanmart.com Kesemek atau biasa juga kita kenal dengan sebutan "apel jawa" atau "apel gunung" karena bentuk buahnya yang menyerupai apel dan tanamannya tumbuh banyak di daerah Pulau Jawa dan dataran tinggi. Kesemek ini walaupun rupa dan bentuknya seperti apel, tapi tekstur buah ini tidak keras dan rasanya berbeda dengan apel yang pada umumnya. Kemudian, kesemek pun memiliki nama ilmiah diospyros kaki yang berarti buah ini dihasilkan oleh sejenis tanaman marga diospyros. Jikalau menilik lebih dalam lagi bahwa buah ini terkenal dengan sebutan buah kaki, atau dalam kamus Inggris disebut juga oriental persimmon atau japanese persimmon. Lebih lanjut lagi kesemek atau yang biasa kita lihat bentuknya seperti tomat, lalu termasuk buah yang berasal dari Jepang dan Cina. Buah ini juga memiliki rasa manis yang ringan dan kaya akan sumber energi, khususnya dalam bentuk karbohidrat dengan jumlah serat yang baik, serta mengandung antioksidan bagi...

Bunga Itu Telah Mekar

Ilustrasi | Gemini AI 

Sudah beberapa jam, manusia berambut merah berdiri terus di depan rumah, ia tampak menatap tajam indahnya bunga yang pernah kamu tanam! Ia sendiri memakai jaket kulit yang mungkin saja hasil dari jahitan sendiri lewat kenangan-kenangan yang indah. 

Aku terjaga di sini, menatap manusia itu di balik jendela  kamar yang terasa sunyi merasuki hati. Entah, hal apa yang sedang merasuki pikiran ini hingga terombang-ambing bak layangan putus. Aku terpaku di sudut lima kamar rumah, sedangkan manusia yang berperawakan tinggi itu malah berdiri terus di situ. 

"Bunga mawar yang kamu tanam itu, ternyata banyak yang suka, ya," kataku pelan dan mungkin saja tak ada yang mendengar seorang pun. "Andaikan kamu masih di sini, mungkin saja akan memberi tahu manusia itu bahwa bunga ini ialah bunga saksi cinta kita," lanjutku lalu duduk di kursi meja kerja yang ada di kamar.

Perjalanan yang kini terasa olehku seperti bumerang menusuk kalbu. Aku mengingat di kala pertama kali kita menatap bunga itu sampai kini telah berbunga sangat indah. Aku ingat pertama kali kau berkata, tolong jaga bunga ini demi cinta kita! 

Namun, perjalanan itu malah menjadi catatan penuh kenangan di dalam hati; jiwa. Aku pun selalu berkata, bunga yang indah akan menemui pemiliknya! Hmm. Sekarang di luaran sana, aku menatap manusia berambut merah itu sedang mengambil gambar yang mungkin saja untuk dokumentasi pribadinya ataupun lain. 

"Apakah kau akan ke sini lagi?" tanyaku sambil menatap indah wajahmu yang dulu kau kirimkan lewat foto nan sederhana ini. 

Kini aku pun paham, hidup ini seperti pohon yang tinggi gagah menantang lalu ambruk juga tergerus oleh waktu. Kemudian, itulah yang sudah terjadi kepadamu. Aku begitu kehilangan sampai dada ini terasa membeku. 

Sekarang, harus bagaimana aku melukiskan kenangan  tentang kita; tentang bunga yang pernah kamu tanam itu?

Selang beberapa menit, aku pun mendekati manusia berambut merah itu lalu bertanya, "Sedang apa kau di sini?" Manusia itu pun tersentak kaget. "Sedang apa di sini?" lanjutku dengan nada nyantai. 

"Aku ingin mengambil foto bunga ini, boleh?" Manusia itu malah balik bertanya sambil tangannya memegang kamera. 

"Ya, silakan," kataku yang tak ingin panjang lebar untuk berkata lagi tentang ini. 

Aku pun hanya bisa mengingat dan berpikir, andaikan kamu masih ada di sini maka akan kuperlihatkan ini—indahnya bunga saksi cinta kita—hingga kutuliskan sajak agar wajahmu pun berbunga-bunga tentang semua cinta ini. 

Namun di waktu ini, aku hanya bisa menyampaikan mantra terindah dan berharap sampai ke pusaramu hingga tanggul mata ini benar-benar jebol. Aku pun mendadak dingin dan seperti ada cahaya putih yang bergerak ke arah jiwa ini. Aku terdiam dan seperti ada kata yang terdengar, aku juga rindu!


2026

Komentar

Tulisan Favorit Pembaca

Mengenal Tari Topeng Cirebon, Sejarah, Jenis, dan Filosofi yang Terkandung dari Keindahannya, Silakan Disimak!

5 Cakupan Tindak KDRT dan Akibat yang Bisa Terjadi, Pasutri Wajib Tahu!

Mari Berkenalan dengan Gurita Teleskop, Penghuni Laut Dalam!

Kue Kontol Sapi, Makanan Unik Khas Cilegon

Batu Hitam yang Terluka