Inilah Beberapa Manfaat Buah Kesemek untuk Kesehatan Tubuh, Nomor 4 Bagus untuk Wanita!
![]() |
| Ilustrasi | Gemini AI |
Terbilang rindu atau hanyalah ilusi yang membuat kaca ini retak di kala wajahku bercermin pada kenyataan. Retakannya itu pun sangat parah sampai wajahku hanya terlihat setengah dalam alunan keresahan ini. Aku mencoba menafsirkan tentang semua ini ibarat memotret jalan yang berlubang.
Mengusap kaca yang retak itu bagaikan kita berjalan pada dinding kehancuran. Tak ada yang bisa menolong, apalagi berharap untuk keselamatan. Kaca ini menggambarkan hati yang mudah rapuh walaupun sering dipakai untuk bercermin pada diri.
Namun, banyak orang yang mampu menggoreskan harapan walaupun semua itu hanya sekata. Cermin kehidupan bisa dinilai dari seberapa kaca ini kuat menanggung wajah-wajah yang kusam. Membangkitkan asa yang sudah lama padam, lalu padam lagi.
Tanganku berjalan di atas kaca untuk mencoba mengukur diri yang sudah sampai mana memahami arti kehidupan. Kaca pun semakin retak ketika langkah demi langkah malah terjerumus pada jurang ketidakberdayaan. Gambaran semacam itu seperti dongeng pengantar tidur yang saban waktu dibacakan ketika ibu masih menyusui.
Kaca retak bukan sekadar metafora atau hiperbola saja, tapi ini menjadikan gambaran hati yang gundah gulana. Kosong. Tak ada arti tentang jalan yang mau dituju. Semuanya malah berhenti di kala pilar yang menyempurnakan satu bagian itu rusak. Aku mengerutkan tubuh di sisi gelap samping kaca yang sudah dijauhi banyak orang ini.(*)
2026
Komentar
Posting Komentar