Postingan Terbaru

Inilah Beberapa Manfaat Buah Kesemek untuk Kesehatan Tubuh, Nomor 4 Bagus untuk Wanita!

Gambar
Ilustrasi | Buah Kesemek/tanamanmart.com Kesemek atau biasa juga kita kenal dengan sebutan "apel jawa" atau "apel gunung" karena bentuk buahnya yang menyerupai apel dan tanamannya tumbuh banyak di daerah Pulau Jawa dan dataran tinggi. Kesemek ini walaupun rupa dan bentuknya seperti apel, tapi tekstur buah ini tidak keras dan rasanya berbeda dengan apel yang pada umumnya. Kemudian, kesemek pun memiliki nama ilmiah diospyros kaki yang berarti buah ini dihasilkan oleh sejenis tanaman marga diospyros. Jikalau menilik lebih dalam lagi bahwa buah ini terkenal dengan sebutan buah kaki, atau dalam kamus Inggris disebut juga oriental persimmon atau japanese persimmon. Lebih lanjut lagi kesemek atau yang biasa kita lihat bentuknya seperti tomat, lalu termasuk buah yang berasal dari Jepang dan Cina. Buah ini juga memiliki rasa manis yang ringan dan kaya akan sumber energi, khususnya dalam bentuk karbohidrat dengan jumlah serat yang baik, serta mengandung antioksidan bagi...

Kaca Retak

Ilustrasi | Gemini AI 

Terbilang rindu atau hanyalah ilusi yang membuat kaca ini retak di kala wajahku bercermin pada kenyataan. Retakannya itu pun sangat parah sampai wajahku hanya terlihat setengah dalam alunan keresahan ini. Aku mencoba menafsirkan tentang semua ini ibarat memotret jalan yang berlubang.

Mengusap kaca yang retak itu bagaikan kita berjalan pada dinding kehancuran. Tak ada yang bisa menolong, apalagi berharap untuk keselamatan. Kaca ini menggambarkan hati yang mudah rapuh walaupun sering dipakai untuk bercermin pada diri. 

Namun, banyak orang yang mampu menggoreskan harapan walaupun semua itu hanya sekata. Cermin kehidupan bisa dinilai dari seberapa kaca ini kuat menanggung wajah-wajah yang kusam. Membangkitkan asa yang sudah lama padam, lalu padam lagi.

Tanganku berjalan di atas kaca untuk mencoba mengukur diri yang sudah sampai mana memahami arti kehidupan. Kaca pun semakin retak ketika langkah demi langkah malah terjerumus pada jurang ketidakberdayaan. Gambaran semacam itu seperti dongeng pengantar tidur yang saban waktu dibacakan ketika ibu masih menyusui.

Kaca retak bukan sekadar metafora atau hiperbola saja, tapi ini menjadikan gambaran hati yang gundah gulana. Kosong. Tak ada arti tentang jalan yang mau dituju. Semuanya malah berhenti di kala pilar yang menyempurnakan satu bagian itu rusak. Aku mengerutkan tubuh di sisi gelap samping kaca yang sudah dijauhi banyak orang ini.(*)


2026


Komentar

Tulisan Favorit Pembaca

Mengenal Tari Topeng Cirebon, Sejarah, Jenis, dan Filosofi yang Terkandung dari Keindahannya, Silakan Disimak!

5 Cakupan Tindak KDRT dan Akibat yang Bisa Terjadi, Pasutri Wajib Tahu!

Mari Berkenalan dengan Gurita Teleskop, Penghuni Laut Dalam!

Kue Kontol Sapi, Makanan Unik Khas Cilegon

Batu Hitam yang Terluka