Postingan Terbaru

Inilah Beberapa Manfaat Buah Kesemek untuk Kesehatan Tubuh, Nomor 4 Bagus untuk Wanita!

Gambar
Ilustrasi | Buah Kesemek/tanamanmart.com Kesemek atau biasa juga kita kenal dengan sebutan "apel jawa" atau "apel gunung" karena bentuk buahnya yang menyerupai apel dan tanamannya tumbuh banyak di daerah Pulau Jawa dan dataran tinggi. Kesemek ini walaupun rupa dan bentuknya seperti apel, tapi tekstur buah ini tidak keras dan rasanya berbeda dengan apel yang pada umumnya. Kemudian, kesemek pun memiliki nama ilmiah diospyros kaki yang berarti buah ini dihasilkan oleh sejenis tanaman marga diospyros. Jikalau menilik lebih dalam lagi bahwa buah ini terkenal dengan sebutan buah kaki, atau dalam kamus Inggris disebut juga oriental persimmon atau japanese persimmon. Lebih lanjut lagi kesemek atau yang biasa kita lihat bentuknya seperti tomat, lalu termasuk buah yang berasal dari Jepang dan Cina. Buah ini juga memiliki rasa manis yang ringan dan kaya akan sumber energi, khususnya dalam bentuk karbohidrat dengan jumlah serat yang baik, serta mengandung antioksidan bagi...

Semut Merah di Depan Mata

Ilustrasi | Pexels.com/Jithin Vijayamohanan

Semut-semut merah pada berjalan seperti diiringi orkestra yang mengalun merdu. Langkah demi langkahnya seirama untuk memulung arti semua kenangan. Aku pun memandang mereka itu berjalan sambil membawa beban masing-masing.

Mentari pun mulai muncul ke permukaan, aku mulai merasa terbakar oleh panas-panas yang menyerang tubuh. Semut-semut itu bersorak sangat nyaring terdengar olehku, lalu mengucap mantra-mantra yang paling sunyi. Mataku menyapu di balik cahaya yang tiba-tiba muncul di halaman hati ini.

Tempat ini serasa kosong nan sunyi, tak berarti dan tenggelam pada jiwa-jiwa yang suram. Semut-semut saling berbagi jatah yang amat didambakan. Mereka meminum air yang dibawa secara gotong royong. Mereka memakan manisan yang mereka curi secara perlahan-lahan.

Aku menafsirkan semut-semut ibarat gambaran dinamika yang tak berarti. Berjalan. Bekerja sama. Makan. Kemudian, dianggap tak berguna lagi; mati. Semut-semut merah ada di depan mata, meringkuk lalu menangis sesenggukan. Aku tak memperdulikannya!

Mentari pun semakin menyorot tubuh ini hingga membakar kertas-kertas yang ada di depan mata. Namun, semut-semut yang terpandang itu malah semakin nyaman memakan kenangan. 

Aku pun mendadak terbakar hingga wajah ini sudah tak beraturan, lalu tangan dan kaki hanya jadi mainan. Semut-semut merah itu malah tersenyum sinis ketika memandangku dengan tajam!(*)


2026

Komentar

Tulisan Favorit Pembaca

Mengenal Tari Topeng Cirebon, Sejarah, Jenis, dan Filosofi yang Terkandung dari Keindahannya, Silakan Disimak!

5 Cakupan Tindak KDRT dan Akibat yang Bisa Terjadi, Pasutri Wajib Tahu!

Mari Berkenalan dengan Gurita Teleskop, Penghuni Laut Dalam!

Kue Kontol Sapi, Makanan Unik Khas Cilegon

Batu Hitam yang Terluka