Inilah Beberapa Manfaat Buah Kesemek untuk Kesehatan Tubuh, Nomor 4 Bagus untuk Wanita!
![]() |
| Ilustrasi | Bulan yang Menggantung Menangkap Bayang |
Sewaktu bulan menggantung, aku melepaskan kembali kenangan yang berada di dalam hati hingga berlarian keluar. Ada yang menangkap bayang. Ada yang menangkap semu. Ada juga yang bermoksa di langit-langit penuh bintang.
Malam ini pun seperti siluet yang pernah aku lukis di kanvas dengan tinta-tinta seadanya. Bayanganmu pun mulai muncul ke permukaan, berjalan di depan serasa nyata tersapu mata. Kemudian, aku pun malah terpatung di malam yang sepi sejuk ini menyerang kalbu.
Apa mungkin malam ini akan bertemu denganmu? Menyisir kembali kenangan-kenangan yang berlarian di halaman hati. Aku pun tak bisa tersenyum karena bayanganmu itu seperti bulan di malam hari.
Di sinilah aku akan tangkap kembali semua isyarat ataupun kata-kata yang menghentak pikiran. Tentangmu. Tentang dirimu yang terparkir di dalam hati begitu lama. Aku mengurai tanya, bagaimana kalau angin malam ini menghancurkan bayanganmu?
Selepas bayang, hujan pun muncul; rintik-rintik membasahi kendaraan, rumah, pohon, dan lainnya. Kedua tanganku sudah seperti es yang sulit mengepal lalu dada ini semakin naik turun saja. Ini ada apa? Tanyaku pelan-pelan di kala udara malam berhasil menembus kemeja panjang ini.
Hati ini malah seperti benang yang dibentangkan panjang, lurus tak ada semrawut sedikit pun. Aku jadi menerka bahwa malam ini malam yang penuh dengan dirimu. Bayanganmu. Keindahanmu. Bahkan, senyum tipis yang selalu kau tampilkan itu tergambar juga di langit malam.
Sungguh indah, kataku pelan yang mungkin saja menjadi suara satu-satunya di malam ini. Keindahan malam, keindahan dirimu menyatu menjadikan kedamaian di dalam hati. Aku jadi malu, apakah kau juga merasakan hal yang sama dengan hati ini?(*)
210826
Komentar
Posting Komentar