Postingan Terbaru

Inilah Beberapa Manfaat Buah Kesemek untuk Kesehatan Tubuh, Nomor 4 Bagus untuk Wanita!

Gambar
Ilustrasi | Buah Kesemek/tanamanmart.com Kesemek atau biasa juga kita kenal dengan sebutan "apel jawa" atau "apel gunung" karena bentuk buahnya yang menyerupai apel dan tanamannya tumbuh banyak di daerah Pulau Jawa dan dataran tinggi. Kesemek ini walaupun rupa dan bentuknya seperti apel, tapi tekstur buah ini tidak keras dan rasanya berbeda dengan apel yang pada umumnya. Kemudian, kesemek pun memiliki nama ilmiah diospyros kaki yang berarti buah ini dihasilkan oleh sejenis tanaman marga diospyros. Jikalau menilik lebih dalam lagi bahwa buah ini terkenal dengan sebutan buah kaki, atau dalam kamus Inggris disebut juga oriental persimmon atau japanese persimmon. Lebih lanjut lagi kesemek atau yang biasa kita lihat bentuknya seperti tomat, lalu termasuk buah yang berasal dari Jepang dan Cina. Buah ini juga memiliki rasa manis yang ringan dan kaya akan sumber energi, khususnya dalam bentuk karbohidrat dengan jumlah serat yang baik, serta mengandung antioksidan bagi...

Menangkap Emosional di Ruang Publik, Mengedepankan Perasaan yang Dewasa!

Ilustrasi | Menangkap Emosional di Ruang Publik, Mengedepankan Perasaan yang Dewasa!


Emosional tidak akan lepas dari sifatnya manusia di kala tekanan yang dihadapi itu sulit dilepaskan. Namun, menangkap emosional bisa menjadi suatu langkah hidup ini akan tenteram selalu. 

Dalam pandangan ini, emosional bisa muncul di mana saja sehingga hal semacam ini mampu membuat hati terasa terbakar. Konteks sosialnya bisa memengaruhi pada jalannya aktivitas yang mungkin saja bisa mengakibatkan kekacauan.

Setiap manusia mungkin pernah merasakan hal semacam ini dan emosional itu akan datang kapan saja; mau di tempat ramai ataupun tidak. Jika, menilik lebih dalam lagi bahwa menangkap emosional seperti kita berjalan tanpa naskah sehingga tak tahu kapan datangnya emosi itu. 

Namun, di dalam ini yang paling penting ialah suatu hal atau emosional jikalau bisa difilter dengan baik, bijak, dan tak membuat keributan maka itu bisa dikatakan sebagai sikap yang dewasa. Oleh karena itu, menangkap itu penting dalam hal semacam ini karena bisa berdampak pada jalannya kehidupan.

Kemudian, menangkap emosional juga memerlukan kepekaan dalam menghadapi situasinya. Karena apa? Menangkap emosional di ruang publik itu seperti kita diserang oleh ombak yang tiba-tiba sehingga kalau tak kuat maka akan rungkad! 

Pada konteks semacam ini maka akan menyambung pada sosial ekonomi yang dijalani. Emosional bisa sangat berpengaruh pada jalannya pikiran yang senantiasa harus berpikir jernih, tapi malah menjadi rumit seperti benang kusut.

Di sinilah pentingnya menangkap, bukan menekan, tapi menyadari dan mengelola. Mempunyai perasaan yang sudah dewasa itu hal baik sehingga kita bisa mengedepankan rasa itu untuk menangkap emosional di ruang publik. 

Kemudian, kedewasaan bisa jadi tolok ukur di mana manusia itu bisa sangat memahami waktu, tempat, perilaku, dan tata cara bersikap dengan baik.

Hal yang menyangkut ekonomi bisa bermula pada kita memahami perasaan sehingga kepekaan dalam menangkap emosional itu penting. Namun di dalam ini, mungkin banyak orang yang sering meremehkan bahwa emosi itu hal lumrah terjadi dan dikeluarkan dari dalam jiwa.

Kejadian semacam itu pun mudah terjadi pada bagaimana kita memahami arti kehidupan yang harus teratur. Kemudian, perasaan yang dewasa pun mampu mengolah rasa; tahu kapan harus dikeluarkan ataupun ditahan. 

Mempunyai perasaan semacam itu bukan dikarenakan manusia tidak mempunyai emosional, tapi tahu harus ke mana dibawa emosi sendiri. Bisa juga dalam mengedepankan perasaan yang dewasa dengan cara berpikir jernih, seperti merasakan dulu, barulah memutuskan. 

Tidak hanya itu saja, dalam pandangan ini bahwa perasaan yang dewasa bisa ternilai dari sifat tanggung jawab pada emosi sendiri. Oleh karena itu, tidak akan sampai menyalahkan orang lain jikalau emosi itu tidak bisa terkontrol oleh diri sendiri. 

Proses perjalanan pun bisa sangat penting dalam menjaga hidup ini selalu berwarna, tidak mengedepankan emosi, tapi berjalan dengan pikiran yang jernih. 

Kehidupan ini seperti pohon yang tinggi gagah lalu ambruk juga, sehingga emosional itu seperti daun yang akan terjatuh sendiri jikalau mampu dihadapi dengan dewasa.

Dengan demikian, memilah langkah itu sangat penting dalam menjalani kehidupan. Karena apa? Semua langkah bisa menyangkut pada jalannya aktivitas yang dijalani. Emosional itu pun sudah menjadi bagian dalam hidup dan itu tidak akan lepas, tapi harus bisa disikapi dengan perasaan yang dewasa.(*)

Komentar

Tulisan Favorit Pembaca

Mengenal Tari Topeng Cirebon, Sejarah, Jenis, dan Filosofi yang Terkandung dari Keindahannya, Silakan Disimak!

5 Cakupan Tindak KDRT dan Akibat yang Bisa Terjadi, Pasutri Wajib Tahu!

Mari Berkenalan dengan Gurita Teleskop, Penghuni Laut Dalam!

Kue Kontol Sapi, Makanan Unik Khas Cilegon

Batu Hitam yang Terluka