Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2025

Postingan Terbaru

Proses Sosial dan Kecintaan yang Tak Pernah Bertahta!

Gambar
Ilustrasi | Pexels.com/Rakicevic Nenad Paling simpel dari pemahaman proses sosial ini ialah cara kita ketika berinteraksi dengan orang lain, baik itu keluarga, teman, ataupun kolega. Nah, hal semacam itu pun bisa termasuk ke dalam kehidupan sehari-hari yang seringkali kita terjebak dalam rutinitas yang monoton. Namun dalam hal itu, ada yang namanya proses kecintaan yang bisa berkesinambungan dengan proses sosial untuk membangun hubungan yang sehat dan bahagia. Proses sosial pun bisa menjadi salah satu proses yang terus berlangsung dan berkembang seiringnya waktu. Oleh karena itu, proses sosial ini jangan sampai dilupakan karena di sini bukan hanya untuk berinteraksi maupun berbicara saja, tapi juga tentang mendengarkan, memahami, dan menghargai orang lain. Kemudian, ada satu kata yang menarik di sini ialah kecintaan yang di mana dalam sisi lain ialah perasaan yang sangat kuat dan mendalam yang kita rasakan terhadap seseorang ataupun sesuatu. Hal semacam itu pun bisa termasuk ke ...

Tulisan-Tulisan Luka yang Menjadi Sangat Cinta!

Gambar
Ilustrasi | Pexels.com Tanganku bergetar ketika menuliskan semua tentang luka yang menusuk tajam masuk ke celah-celah jiwa ini. Aku pun sulit mengartikan tentang luka yang mana tahu mampu menciptakan sebuah ungkapan penyesalan ataupun cinta di dalam tubuh ini.  Apa aku harus menanam luka agar senantiasa memanen tulisan yang mungkin saja bisa menjadi alat terapi untuk kehidupan ataupun sebaliknya? Dalam kegamangan berpikir, aku selalu ganda dalam menyimpulkan persepsi sehingga sangat sulit untuk berjalan dalam kemurnian yang bernama kasih dan sayang.  Di antara rimbunnya pohon yang mungkin saja bisa menjadi alat peneduh di kala panas menyerang tubuh, aku terdiam sambil mengerutkan kening yang senantiasa harus berpikir. Mengapa? Ya, mengapa luka ini terus-menerus menghantui isi pikiran? Aku sakit! Ya, sakit karena tidak mampu untuk dekat lagi denganmu!  Aku juga mengerti mana mungkin tulisan sampah ini bisa mengubah nasib yang bergejolak terus ingin menyapamu lagi! Aku juga...

Izinkanlah Kusebut Namamu

Gambar
Ilustrasi | Pexels.com Tatkala pagi mau menyerang jiwa, aku bersembunyi di balik hati yang penuh luka ini. Aku merasa sakit jikalau tidak pernah mendengar kembali suaramu. Aku merasa rindu yang amat bilamana tak tahu kabar darimu.  Apakah harus kukirimkan burung pembawa pesan ke jendela kamarmu dengan tulisan, hei aku rindu dan ingin sekali mengobrol denganmu walaupun hanya persoalan kabar saja! Namun, aku malu, ya, malulah yang menggerogoti tubuh ini saban harinya.  Bolehkah kukirimkan doa-doa terbaik untukmu ataupun mantra yang paling indah untuk hidupmu? Bolehkah? Jikalau boleh, ingin sekali mengungkapkan semua perasaan yang ada di dalam hati ini tentangmu; cantikmu; keindahan dirimu yang senantiasa ada di dalam benak ini.  Hei, aku masih di sini! Menatap indah foto yang pernah kau kirimkan sewaktu dulu, aku lihat lalu membayangkan perjalanan semua yang telah kita lewati. Namun, mungkin saja kau tak akan pernah mau mengingat kembali perjalanan itu. Hmm. Aku pun harus b...

Batu dan Tulisan Kerinduan yang Mendalam

Gambar
Di tempat ini, aku menuliskan kembali tentangmu di batu yang kupahat secara sederhana. Perlahan-lahan, aku tulis namamu dengan iringan suasana yang begitu syahdu menyelimuti kalbu.  Sungguh! Jikalau kau bisa melihat batu ini, mungkin akan meneteskan air mata lalu bertanya kepadaku ini, ini untuk apa? Kemudian, aku pun akan menjawab, inilah semua ungkapan rasa yang ada di dalam hatiku, aku pun mencintaimu!  Namun, mana mungkin kau ingin melihat batu ini yang dipahat di atas kerinduan dan penuh cinta. Kau pergi! Kau menghilang! Kau pun tak pernah ada kabar lagi seperti tak mau mengenalku lagi!  Di antara siang dan malam, tentu ada jarak yang harus ditempuh seperti membuat tulisan yang tertulis di batu ini! Aku capai! Namun, hanya dengan inilah aku bisa mengeluarkan semua rasa yang ada di dalam hati!  Aku tuliskan dan berharap kau bisa membacanya. Aku pun menggambar dan berharap kau bisa melihatnya. Aku pun menunggu dan berharap kau membalasnya dengan pesan-pesan keinda...

Pagi, Ciremai Mengingatkanku akan Cantikmu!

Gambar
Di tempat ini, aku melepaskan semua kata-kata yang ada di dalam hati bak burung-burung yang keluar dari dalam sangkar. Aku menikmati kembali panorama yang indah Ciremai di balik-balik kesedihan ini. Apa mungkin aku merasakan hal-hal yang di luar nalar? Mengingatmu! Membayangkan dirimu! Merasakan getar cinta untukmu! Dalam bait-bait yang terucap, aku sering berkata seperti itu hingga semua rasa itu malah muncul kembali tertuju padamu.  Aku menikmati indahnya Ciremai, tapi aku pun merasakan kegagalan dalam hidup ini; mendapatkan dirimu yang paling aku cintai. Hmm. Aku kalah! Kalah dengan semua yang ada di dunia ini!  Perjalanan ini bak seperti dongeng yang tidak indah di akhir cerita. Aku harus bagaimana? Apakah harus pergi ke puncak Ciremai lalu berteriak memanggil namamu?  Hati ini terasa hampa tak ada alunan cinta yang bergelayut manja ataupun suara-suara syahdu yang merasuki hati. Aku termenung sewaktu pagi tiba, sedangkan Ciremai tampak gagah seperti ingin menunjukkan ...

Merokok, Etika Ruang Publik, dan Kehampaan Hati

Gambar
Ilustrasi | Pexels.com Suatu permasalahan yang nyata jikalau etika ruang publik itu tidak dimiliki oleh semua orang. Hal semacam itu bisa mengakibatkan kegagalan dalam konteks bersosial yang bersih; sehat. Lingkungan menjadi salah satu tempat di mana setiap insan bisa berkomunikasi, berkumpul, dan menjadikan suatu wadah kekeluargaan. Namun, ada yang lebih kompleks lagi jikalau etika ruang publik itu tidak ada di dalam diri. Merokok di ruang publik menjadi suatu hal yang mampu memunculkan perbedaan pendapat. Ya, hal itu bisa saja memunculkan gangguan untuk orang lain dan bisa juga sebagai kebebasan untuk orang dewasa. Namun, suatu masalah pun akan timbul bilamana kedua pemikiran itu menjadi canggung untuk dapat dipilih antara satu dengan yang lainnya. Sebab, tidak semua orang suka merokok dan tidak semua orang juga mampu menahan tidak merokok di ruang publik. Perbedaan pendapat antara satu dengan yang lainnya mampu memunculkan pandangan pikiran yang beragam; action yang berbeda! ...

Menjalani Kehidupan dengan Penuh Refleksi Diri

Gambar
Ilustrasi| Pixabay.com Refleksi diri dari kebebasan berpikir itu sangat perlu untuk meningkatkan daya jelajah ketika masa perenungan yang hak. Namun, dalam konsep spiritual hal semacam itu bisa dibilang suatu tindakan yang tidak boleh dianggap sebelah mata.  Dalam refleksi, tentu tidak bisa dilepaskan dari perenungan yang sangat dalam pada pikiran. Oleh karena itu, perjalanan-perjalanan yang telah usai pun harus dijadikan pembelajaran untuk ke depannya.  Hal semacam itu pun bisa meningkatkan progres kehidupan yang lebih baik bilamana suatu perjalanan itu mampu dilalui dengan sangat terbuka. Pokok yang dinamakan ketakutan pun akan hilang bilamana refleksi itu diimbangi oleh kesungguhan.  Di problema kehidupan ini, tentu kita sering terjerembab dalam jurang kebodohan yang mana hal semacam itu sudah seperti garam di lautan. Oleh karena itu, meminimalisir dari kebodohan itu harus seperti apa?  Pertanyaan semacam itu pun mungkin sering ditanyakan oleh banyak orang, tapi j...

Uang Menjadi Sampah, tapi Sampah Menjadi Uang!

Gambar
Produktivitas dalam berkehidupan itu sangat penting dan hal itu bisa didukung dengan tempat yang strategis. Namun, ada satu hal yang menjadi pokok dari ini ialah masalah sampah!  Sampah pun bisa dikategorikan ke dalam dua pemikiran, yakni menjadi uang dan malah menjadi polusi. Hal semacam itu harus bisa ditelaah lebih dalam bahwasanya sampah mempunyai keuntungan yang mampu menggerakkan perekonomian setempat!  Namun, tak jarang juga hal semacam ini dianggap sepele karena pemikiran awal tentang sampah itu sudah jorok, yakni polusi. Oleh karena itu, poin keuntungan yang bisa didapatkan dari sampah itu sering tertutup oleh pemikiran sendiri, sehingga sampah pun hanya menjadi sampah terus-menerus.  Uang menjadi sampah tidak akan lebih baik dengan sampah menjadi uang, sehingga harus bisa diartikan bahwasanya pengelolaan sampah itu sangat penting. Oleh karena itu, alangkah lebih baiknya jikalau di setiap tempat itu ada sistem pengelolaan sampah dengan baik.  Sampah bisa m...

Malam Diterpa Rindu, Ingatanku Tertuju Padamu!

Gambar
A ku berjalan di keremangan malam dengan tatapan yang sayu mengingat dirimu di sana. Aku berpikir, cinta tak melulu pengorbanan, tapi harus ada penghargaan. Aku terlena dalam balutan asmara yang tak bertepi ini.  Di suatu tempat, aku menangkap salah satu pikiran yang amat membukakan mata hati, yakni cinta tak melulu harus didapatkan. Namun, ada juga poin pengikhlasan yang harus senantiasa dirasakan di dalam hati ini.  Aku mengingatmu dan sampai sekarang aku masih mengingatmu! Hal sederhana yang tak akan pernah dilupa itu ialah tutur katamu bak penyejuk di dalam hati ini. Kemudian, aku terus berjalan untuk menggapai bintang yang terus aku ikuti ini.  Hmm. Malam ini terasa berbeda di kala senyuman dirimu itu hilang. Kalau kau harus tahu, aku sedang muram di malam ini seperti hujan yang terus membasahi halaman jiwa. Aku harus bagaimana? Sering sekali aku bertanya seperti itu pada langit dan pada bulan yang menggantung itu.  Kadang, aku selalu berandai-andai jikalau kita...

Tulisan Favorit Pembaca

Mengenal Tari Topeng Cirebon, Sejarah, Jenis, dan Filosofi yang Terkandung dari Keindahannya, Silakan Disimak!

5 Cakupan Tindak KDRT dan Akibat yang Bisa Terjadi, Pasutri Wajib Tahu!

Mari Berkenalan dengan Gurita Teleskop, Penghuni Laut Dalam!

Kue Kontol Sapi, Makanan Unik Khas Cilegon

Batu Hitam yang Terluka